Temanggung Dorong Pengembangan Kopi Organik, Ramah Lingkungan dan Harga Lebih Mahal

Written by

in

7cloud.asia – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, merintis tanaman kopi organik untuk memenuhi pasar ekspor.

Untuk pengembangan tanaman kopi organik ini Pemkab Temanggung bekerja sama dengan pihak swasta.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Temanggung Joko Budi Nuryanto di Temanggung, Selasa, menyampaikan selama ini hasil kopi organik banyak permintaan dari luar negeri.

Ia menyampaikan tahun ini pihaknya menargetkan 200 hektare tanaman kopi organik di Temanggung.

Menurut dia, sampai saat ini kopi organik dihasilkan dari petani yang sudah bersertifikat, yakni di Kaloran dan Prangkokan Kecamatan Bejen, luasannya baru sekitar puluhan hektare.

Baca: Pupuk organik untuk atasi kerusakan lahan

“Sementara ini menghasilkan kopi organik sekitar enam sampai tujuh kuintal itu sudah rutin setiap musim,” katanya.

Ia menyampaikan permintaan kopi organik selama ini adalah dari Australia, namun akhir-akhir ini juga ada permintaan dari Korea dan Jepang.

“Buyer kita semakin bertambah kalau kemarin cuma Australia, kini Korea dan Jepang juga ada permintaan. Soal harga, kami kurang tahu persis tetapi yang jelas lebih mahal dari yang bukan organik,” katanya.

Pengembangan kopi organik di Temanggung sudah didorong sejak era Gubernur Ganjar Pranowo.

Selain ramah terhadap lingkungan karena tidak menggunakan obat kimia, harga jual kopi organik juga lebih tinggi dibanding kopi non organik.

Baca: Petani kopi kehilangan produksi akibat perubahan iklim

Selain itu, untuk menjaga harga petani kopi di Temanggung disarankan tetap melakukan petik merah sehingga kualitas kopi tetap terjamin.

Harga kopi nonorganik di Temanggung saat ini sekitar Rp58.000-60.000 per kilogram untuk jenis robusta, sedangkan jenis arabika bisa mencapai 150.000 per kilogram.

Kopi robusta di Kabupaten Temanggung ditanam di dataran rendah seperti di Kecamatan Kaloran, Jumo, Candiroto, Pringsurat, dan Wonoboyo.

Sedangkan kopi jenis arabika umumnya dikembangkan di dataran tinggi seperti Kecamatan Kledung.

Sumber:Antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *