7cloud.asia – Untuk mengatasi gangguan nyamuk dan serangga lainnya, banyak orang menggunakan bahan kimia yang kadang tidak ramah lingkungan.
Padahal ada cara yang lebih aman bagi lingkungan yang bisa dilakukan untuk mengusir atau menghindari gangguan nyamuk.
Untuk menghindari gangguan nyamuk secara ramah lingkungan, mungkin kita perlu mengenali karakter dan perilaku nyamuk. Penjelasan di bawah ini mungkin dapat menjadi jawabannya.
Ada beberapa hal yang disukai nyamuk, antara lain:
Karbondioksida (CO2)
Napas yang kita embuskan mengandung karbondioksida. Jadi jangan heran jika nyamuk akan selalu tertarik dengan manusia. Demikian juga pada malam hari, tanaman akan menghasilkan karbondioksida.
Ini dia alasan mengapa jika Anda memiliki kebun atau banyak tanaman di rumah, otomatis jumlah nyamuk di malam hari akan sangat banyak.
Warna gelap
Menurut situs ini, nyamuk tertarik dengan warna-warna gelap dan pekat seperti hitam, merah, dan biru navy. Jika Anda ingin terhindar dari gigitan nyamuk, mungkin ini waktunya untuk beralih ke pakaian berwarna cerah.
Gigitan nyamuk juga mampu menembus pakaian yang ketat. Jadi gunakan lah pakaian yang longgar untuk mendapatkan perlindungan lebih baik.
Baca: Kenali ciri-ciri nyamuk aedes aegepty
Asam laktat
Asam laktat merupakan senyawa kimia yang biasa dihasilkan kelenjar keringat saat kita berolahraga atau beraktivitas tinggi.
Menurut beberapa sumber, nyamuk lebih tertarik kepada orang yang memiliki kadar asam laktat tinggi di kulitnya. Ini yang menjadi alasan mengapa nyamuk akan lebih sering menghampiri ketika Anda berkeringat.
Suhu panas
Nyamuk sangat tertarik dengan temperatur tinggi. Maka jangan heran nyamuk banyak muncul di musim kamarau saat suhu udara terasa panas dan lembap.
Nyamuk juga lebih sering menggigit ibu hamil karena perempuan yang sedang mengandung memiliki temperatur tubuh lebih tinggi daripada orang biasa.
Fakta berikutnya yang perlu Anda ketahui adalah nyamuk sebetulnya bukan penerbang yang baik. Nyamuk juga tidak menyukai warna-warna tertentu.
Fakta-fakta di atas dapat kita manfaatkan untuk menghindari atau bahkanvmengusir nyamuk dari tempat tinggal kita.
Anda dapat menggunakan kipas angin dan AC untuk menghalau nyamuk. Selain anginnya dapat mengacaukan pola terbang nyamuk, suhu udara di sekitar Anda dan temperatur tubuh juga bisa lebih sejuk sehingga tidak terlalu menarik bagi nyamuk.
Perangkat ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang tidak nyaman bagi hama, mendorong mereka untuk meninggalkan area tersebut.
Baca: Kontroversi penggunaan bakteri wolbachia untuk cegah DBD
Salah satu teknologi yang digunakan dalam pengusir serangga adalah gelombang ultrasonik. Alat ini akan menghasilkan gelombang suara frekuensi tinggi yang tidak terdengar oleh telinga manusia, tetapi dapat mengganggu sistem navigasi dan komunikasi hama.
Anda juga dapat menggunakan warna-warna tertentu untuk menghindari nyamuk. Dikutip dari Tom’s Guide, Selasa (30/5/2023), menurut para ilmuwan dari University of Washington, ada warna tertentu yang menarik nyamuk.
Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Communications mengungkapkan bahwa indera penciuman nyamuk, memengaruhi responsnya terhadap isyarat atau warna visual.
Namun, preferensi warna ini hanya terjadi jika ada karbon dioksida (CO2), yang kita hembuskan saat bernapas. Meskipun nyamuk merespons napas, keringat, dan suhu tubuh kita, menghilangkan warna yang menarik perhatian nyamuk dapat membantu menjauhkan mereka.
Berikut ini beberapa warna yang dibenci nyamuk. Anda dapat menggunakan salah satu warna ini untuk mengusir nyamuk di rumah atau pekarangan.
1. Biru
Mengingat nyamuk diketahui tertarik pada warna yang lebih gelap, penelitian ini mengungkapkan warna biru tidak disukai oleh nyamuk.
Warna biru tua, warna biru yang lebih terang sebenarnya memantulkan lebih banyak panas dan cahaya, yang tidak disukai nyamuk.
Baca: Benarkah perubahan iklim picu pertumbuhan nyamuk
2. Ungu
Ungu juga merupakan warna yang tidak disukai nyamuk. Ini terutama karena ungu memiliki panjang gelombang terpendek dari semua warna pada spektrum cahaya tampak.
Ini berguna jika Anda memiliki pakaian berwarna ungu, atau jika warna tersebut termasuk dalam furnitur luar ruangan Anda.
3. Putih
Umumnya, nyamuk menjauhi warna terang yang memantulkan panas. Ini menjadikan putih sebagai pencegah nyamuk yang ideal.
Faktanya, warna putih adalah objek kontrol yang digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk memasangkan setiap warna di ruang uji dengan benda putih untuk membandingkan hasilnya.
Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan CO2 yang disemprotkan di ruang uji, nyamuk menghindari benda warna putih demi warna yang mereka sukai.
4. Hijau
Ini mungkin terlihat aneh, karena nyamuk cenderung terbang di sekitar pekarangan rumah atau hinggap di tanaman. Namun ternyata penelitian menunjukkan nyamuk akan berusaha menghindari warna hijau.
Selama penelitian, seorang peneliti meletakkan tangan kosong mereka di luar ruang uji, tempat nyamuk tertarik.
Namun, ketika peneliti yang sama memasukkan tangan mereka ke dalam ruang uji dengan mengenakan sarung tangan hijau, nyamuk mengabaikannya, dan terbang melewatinya.
Ini terjadi bahkan ketika disemprot dengan CO2 untuk menarik mereka lebih banyak. Sepertinya nyamuk bukan penggemar warna hijau. Meski hasil ini menjanjikan, para ahli menyarankan agar Anda tetap melakukan tindakan pencegahan lainnya.
Citronella adalah tanaman pencegah yang baik karena bau jeruk menyengat nyamuk, dan sering ditemukan dalam semprotan pengusir nyamuk.
Cara lain untuk mengatasi gangguan nyamuk di rumah adalah dengan memasang alat perangkap nyamuk. Secara garis besar, semua alat perangkap nyamuk menggunakan lampu untuk memikat nyamuk agar mendekat. Namun perbedaannya ada di metode perangkap.
Memilih alat pengusir nyamuk yang tepat dapat memberikan keuntungan jangka panjang dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan bebas dari nyamuk.
Dengan berbagai opsi yang tersedia, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik Anda dan kondisi lingkungan sekitar.

Leave a Reply