Militer Iran Pastikan Semua Kapal yang Melintasi Selat Hormuz Harus Sizin Mereka

Written by

in

7cloud.asia – Juru bicara militer Iran Mohammad Akraminia memastikan angkatan bersenjata negaranya saat ini memegang kendali penuh atas Selat Hormuz.

Dalam rekaman pernyataannya yang disiarkan oleh media Iran, Sabtu (2/5/2026), Akraminia menegaskan tidak ada kapal, baik milik sekutu maupun musuh, yang dapat melintasi jalur perairan tersebut tanpa izin militer Iran.

“Mengendalikan Selat Hormuz merupakan “hak inheren” Iran, yang selama bertahun-tahun tidak dimanfaatkan oleh otoritas Iran,” kata Akraminia.

“Saat ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran di wilayah barat dan militer negara di wilayah timur mengendalikan selat tersebut dengan kekuatan, dan tidak ada kapal, baik milik kawan maupun lawan, yang berhak melewatinya tanpa izin dan otorisasi dari pasukan kami,” ujarnya.

Baca: Gagal kantungi persetujuan Kongres, Donald Trump harus segera akhiri operasi militer AS di Iran

Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Fars dengan mengutip Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hamid Ghanbari, melaporkan bahwa Teheran menerima permintaan untuk melonggarkan pengawasan terhadap Selat Hormuz.

“Berbagai negara dengan cemas dan secara mendesak meminta Iran melalui teleks dan surat untuk mengizinkan kapal mereka melewati Selat Hormuz,” demikian laporan Fars.

Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz mulai 28 Februari, ketika negara itu melarang jalur aman bagi kapal-kapal milik atau yang terafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat, menyusul serangan gabungan AS-Israel ke wilayah Iran.

Baca: Iran-AS sepakat untuk memperpanjang gencatan senjata

Sementara Kapal induk milik Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford dilaporkan telah berlayar meninggalkan Timur Tengah.

Dengan ditariknya USS Gerald R. Ford, kini militer AS hanya menyisakan dua kapal induk AS di kawasan tersebut, yakni USS Abraham Lincoln dan USS George H.W. Bush.

Sementara blokade militer AS terhadap Selat Hormuz masih berlanjut. Kapal induk USS Gerald R. Ford telah berada di laut selama lebih dari 10 bulan. Hal itu memecahkan rekor masa operasional terlama untuk kapal induk AS pasca-Perang Vietnam.

Sumber: Antaranews.com/Xinhua

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *