Olimpiade Paris Disebut Pesta Olahraga Dunia yang Paling Ramah Lingkungan

Written by

in

7cloud.asia – Olimpiade Paris yang saat ini sedang berlangsung diperkirakan akan menjadi Olimpiade yang paling ramah lingkungan.

Namun demikian, sulit untuk memastikan bahwa Olimpiade Paris benar-benar ramah lingkungan. Pasalnya, menentukan jejak karbon dari sebuah acara olahraga masih sulit dilakukan dan lebih bersifat alkimia daripada ilmu pengetahuan.

Panitia Olimpiade Paris menargetkan untuk mengurangi separuh pertandingan tahun ini dibandingkan dengan Olimpiade Tokyo, dengan tujuan membatasi emisi karbon hingga 1,75 juta ton.

Sebaliknya, Olimpiade Tokyo sebelumnya menghasilkan sekitar 2,73 juta ton CO2, menurut Komite Olimpiade Tokyo.

Paris mempunyai kemampuan unik dalam menyelenggarakan pertandingan yang lebih ramah lingkungan.

Baca: Seragam Olimpiade Paris yang layak disorot

Hal ini sebagian disebabkan oleh infrastruktur kota yang sudah ada, di mana 95 persen dari venue yang digunakan di Paris adalah venue yang sudah ada atau bangunan sementara.

Namun lebih dari itu, jaringan listrik ramah lingkungan di Perancis akan sangat membantu dalam mengurangi emisi yang dihasilkan perhelatan empat tahunan ini.

Dengan komposisi energi sebesar 74 persen nuklir, 16,3persen pembangkit listrik tenaga air, dan 9,1 persen berasal dari bahan bakar fosil, Olimpiade Paris hampir seluruhnya akan menggunakan energi tanpa emisi.

Komite Olimpiade Paris patut mendapat pujian karena menganggap serius profil emisi yang mereka hasilkan.

Namun kenyataannya Komite Olimpiade Paris tidak memiliki kendali atas salah satu sumber emisi terbesar dari acara tersebut.

Baca: Menikmati pertandingan sepak bola yang ramah lingkungan

Menurut penyelenggara Olimpiade, seperempat dari emisi yang terkait dengan suatu acara akan dihasilkan oleh perjalanan penonton, dan tentunya para peserta

Pada Olimpiade Musim Panas London 2012, emisi yang disebabkan oleh penonton bertanggung jawab atas sekitar 913.000 metrik ton karbon, atau 28 persen dari 3,3 juta ton emisi selama acara tersebut.

Olimpiade Paris 2024 yang akan berlangsung 26 Juli hingga 11 Agustus 2024 diikuti sekitar 11 ribu atlet yang datang dari dari 206 negara.

Sementara seperti telah diketahui, penyumbang emisi terbesar dari sebuah acara olahraga besar seperti Olimpiade Paris adalah perjalanan dari penonton dan atlet yang akan bertanding.

Tetapi siapa sebenarnya yang harus bertanggung jawab atas sumber emisi terbesar ini masih belum jelas. Karena tidak adanya standar pelaporan karbon global untuk acara olahraga.

Baca: Jejak karbon pertandingan sepak bola

Yang pasti, beberapa perhitungan karbon yang cerdik dapat digunakan untuk mengaburkan dampak lingkungan yang sebenarnya dari sebuah acara olahraga internasional seperti Olimpiade Paris ini.

Pada akhirnya, kita mempunyai tanggung jawab bersama untuk menghijaukan olahraga ini.

Harapannya, mungkin dorongan terpadu untuk melakukan dekarbonisasi olahraga akan memberikan suasana hati yang sangat dibutuhkan dalam upaya iklim global yang lebih luas.

Kita mungkin harus mengajukan pertanyaan, siapa yang harus bertanggung jawab atas emisi ini?

Seberapa besar tanggung jawab yang dapat ditanggung oleh penyelenggara Olimpiade Paris terhadap emisi para penonton? Juga tanggung jawab mereka pada emisi ang dipicu transportasi para atlet yang datang dari seluruh dunia.

Baca: Upaya Coldplay wujudkan tur ramah lingkungan

Haruskah mereka datang dengan menggunakan kereta api dibandingkan menggunakan pesawat atau jet pribadi?

Pertanyaan-pertanyaan ini belum terjawab. Hal ini sebagian disebabkan karena masih belum adanya standar yang diterima secara global, untuk menghitung emisi peristiwa.

Organisasi kami memiliki pendekatan yang jelas yang menggunakan standar ISO, namun sayangnya banyak organisasi lain yang tidak mengikuti pendekatan praktik terbaik ini.

Kesepakatan definitif jejak karbon pesta olahraga global akan membantu kita mengurangi kebisingan yang muncul di dunia olahraga, yang pada dasarnya adalah greenwashing.

Artikel ini telah terbit di The Earth.org, penulis: Chris Hocknell, Founder and CEO of Eight Versa, perusahaan konsultan keberlanjutan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *