Minimalisme: 10 Obsesi yang Layak Dibuang demi Kehidupan yang Lebih Bahagia

Written by

in

7cloud.asia – Di dunia di mana kita terus-menerus diminta untuk membeli lebih banyak, segala sesuatu serasa sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi.

Namun sejak mengenal minimalisme, pemikiran Joshua Becker berubah. Saya, ujarnya, tidak perlu memiliki segalanya di dunia ini.

Dan, setelah lebih 15 tahun menjalani minimalisme dia makin menyadari bahwa sebagian besar barang yang dipromosikan untuk kita beli dan miliki tidak memberi kita makna atau kebahagiaan.

Joshua lantas memberikan sepuluh hal yang dapat kita abaikan dan kita tetap bisa melanjutkan hidup dengan bahagia. Bahkan, ada kemungkinan besar Anda akan menjalani hidup yang lebih bermakna dan memuaskan tanpanya.

Hidup tanpa sepuluh hal ini dapat membantu Anda menyederhanakan hidup dan fokus pada hal-hal yang benar-benar penting.

Anda dapat menciptakan ruang yang menghargai dan mendukung kesejahteraan Anda perjalanan menuju minimalis bersifat pribadi dan unik—rangkul prosesnya dan nikmati kebebasan yang didapat dari hidup hemat.

Baca: Cara sederhana hindari jebakan spaving

Berikut 10 kepemilikan yang tak seharusnya itu:

1. Rumah yang Lebih Besar
Banyak dari kita yang dikondisikan untuk percaya bahwa lebih besar lebih baik, terutama jika menyangkut rumah. Namun rumah yang lebih besar sering kali berarti lebih banyak pembersihan, tagihan listrik lebih tinggi, dan stres tambahan.

Jadi pertimbangkan manfaat dari ruang yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola Anda akan menemukan bahwa hidup dengan ruang yang lebih sedikit dapat mendorong gaya hidup yang lebih sederhana dan efisien.

2. Mobil Mewah
Harvey Mackay pernah berkata, “Jika Anda mampu membeli mobil mewah, Anda dapat memberikan dampak yang lebih besar dengan mengendarai mobil biasa.” kebutuhan Anda juga, memungkinkan Anda mengalokasikan sumber daya Anda untuk tujuan yang lebih bermakna.

3. Mode Cepat
Industri fast fashion mendorong konsumsi yang konstan dan sekali pakai, namun apa dampaknya? Berinvestasi pada barang-barang berkualitas dan abadi tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga menciptakan ketenangan.

Dengan menghindari fast fashion, Anda mengurangi limbah dan mendukung praktik produksi yang etis.

Baca: Mengapa gaya hidup konsumtif tak dianjurkan

4. Televisi
Televisi dapat membuang-buang waktu (dan membuang-buang waktu) secara signifikan, sering kali berkontribusi pada gaya hidup yang tidak banyak bergerak dan menurunkan produktivitas.

Tanpa TV, Anda mungkin akan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hobi, membaca, dan interaksi yang bermakna dengan orang-orang terkasih.

5. Pekerjaan Bergaji Tinggi
Gaji yang tinggi sering kali dianggap sebagai puncak kesuksesan, namun bisa mengorbankan kebahagiaan dan kesejahteraan Anda.

Jika pekerjaan Anda menyebabkan Anda stres dan ketidakpuasan, mungkin ada baiknya mempertimbangkan perubahan dengan minat dan nilai-nilai Anda dapat mengarah pada kehidupan yang lebih memuaskan dan seimbang.

6. Liburan Mewah
Bepergian ke lokasi eksotik memang mengasyikkan, namun itu bukan satu-satunya cara untuk bersantai dan memulihkan tenaga. Liburan mewah bisa jadi mahal dan menegangkan. Kadang, staycation bisa menyegarkan.

7. Akun Media Sosial
Meskipun media sosial dapat menjadi alat yang berguna untuk tetap terhubung, media sosial sering kali berkontribusi terhadap stres, perbandingan, dan gangguan.

Anda dapat membuat perbedaan di dunia tanpa harus menggunakan media sosial, Anda dapat lebih fokus pada dunia nyata. interaksi kehidupan dan pertumbuhan pribadi.

Baca: Gaya hidup minimalis bakal beri kamu kebebasan finansial

8. Keanggotaan Gym Mewah
Tidak ada yang salah dengan mempertahankan keanggotaan gym, tetapi fasilitas gym mewah tidak diperlukan untuk tetap bugar.

Rutinitas olahraga yang sederhana dan konsisten bisa sama efektifnya. Pertimbangkan aktivitas di luar ruangan atau olahraga di rumah sebagai alternatif yang dapat menyelamatkan Anda uang dan mengurangi tekanan untuk “mengikuti” orang lain di gym.

9. Perhiasan Mahal
Perhiasan bisa saja indah, namun seringkali lebih penting daripada kebutuhan. Perhiasan yang mahal bisa menjadi beban finansial dan sumber stres jika hilang atau rusak perhiasan yang berlebihan.

10. Peningkatan Rumah Secara Konstan
Kita sering terjebak dalam siklus perbaikan rumah yang terus-menerus, didorong oleh tren dan keinginan untuk kesempurnaan. Namun, perbaikan yang sering dilakukan dapat memakan biaya dan waktu.

Sebaliknya, bidiklah rumah yang nyaman dan fungsional dari apa yang sudah Anda miliki, dan buatlah pilihan yang bijaksana tentang perubahan apa pun yang Anda putuskan untuk dilakukan.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *