Kualitas Udara Buruk, Kota Jakarta Masuk Salah Satu Kota Terpolusi di Dunia

Written by

in

7cloud.asia – Kualitas udara di DKI Jakarta kembali memburuk dan masuk kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara (AQI) di angka 155, pada Sabtu (20/7/2024) pagi.

Dengan kondisi udara seperti ini, DKI Jakarta menempati urutan ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Pada hari dan jam yang sama, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia ditempati Lahore (Pakistan) pada angka 188, disusul Kampala (Uganda) di angka 179, dan Kota Medan (Indonesia) 167.

Menurut situs pemantau kualitas udara IQAir yang dipantau di Jakarta, Sabtu (20/7/2024) pukul 05.00 WIB, kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat dengan partikel halus PM2,5 berada di angka 61 mikrongram per meter kubik.

Situs yang sama mencatat bahwa konsentrasi PM 2.5 di Jakarta saat ini setara 12,2 kali nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga: Jakarta Tambah Stasiun Pemantau Kualitas Udara, Akankah Efektif Jika Tak Dibarengi Pembatasan Kendaraan Bermotor?

Karena itu, masyarakat yang akan beraktivitas di luar ruangan agar mengenakan masker, karena kualitas udara yang kembali memburuk.

Sementara itu, situs resmi milik Pemprov DKI yaitu udara.jakarta.go.id menunjukkan bahwa rerata kualitas udara di daerah itu pada Sabtu masuk kategori sedang.

Dari 31 titik stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) hanya terdapat satu titik yang masuk tidak sehat yaitu di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan angka 101.

Kepala DLH DKI Asep Kuswanto mengatakan bahwa alat yang digunakan untuk memantau kualitas udara telah teruji dan sudah masuk Standar Nasional Indonesia (SNI)

Baca Juga: Mampukah Dewan Aglomerasi Atasi Kemacetan, Polusi Udara dan Banjir di Jakarta?

Seperti SNI 9178:2023 yang merupakan standar uji kinerja alat pemantauan kualitas udara yang menggunakan sensor berbiaya rendah.

Standar ini, lanjut Asep, memastikan bahwa alat pemantau kualitas udara memenuhi kriteria yang diperlukan untuk menghasilkan data yang akurat dan konsisten.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menangani polusi udara.

Namun, upaya ini dinilai tidak akan efektif jika akar masalah yakni jumlah kendaraan bermotor dan penggunaan batubara tidak dibatasi.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *