7cloud.asia – Sejumlah sekolah di Jakarta memasukkan edukasi terkait memilah sampah dan pengelolaan sampah dalam materi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan MPLS mulai digelar Senin (13/07/2026) dan akan berlangsung hingga sepekan ini.
Sebagai bagian dari MPLS Ramah, Dinas Pendidikan melaksanakan dua deklarasi, yaitu Deklarasi Jaga Sekolah Aman dan Nyaman serta Deklarasi Jaga Sekolah Bersih (Pilih, Pilah, Pulihkan) sebagai komitmen bersama mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bersih, dan berkelanjutan.
Salah satu sekolah yang memasukkan edukasi memilah sampah saat MPLS adalah SMKN 45 Kebon Jeruk (Jakarta Barat) serta SDN 07 dan 08, Senen (Jakarta Pusat).
Edukasi kebersihan dan memilah sampah sengaja dipilih sebagai materi MPLS guna membangun kesadaran para peserta didik akan pentingnya membangun lingkungan yang bersih dan nyaman bagi sekolah.
Baca: Lurah di Jakarta Pusat Rumuskan Sanksi Administrasi untuk Warga yang Tidak Memilah Sampah
Dan, langkah memasukkan edukasi memilah sampah ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Kalau edukasinya tentang memilah sampah, menurut saya baik sekali,” kata Pramono di Balai Kota, Senin (13/7/2026)
Menurut Pramono, dengan memasukkan edukasi terkait memilah sampah, diharapkan anak-anak dapat memahami cara mengelola sampah dengan baik sejak dini
“Jadi kegiatannya memang beraneka ragam, tetapi memilah sampah karena sekarang sesuai dengan Ingub yang dikeluarkan oleh Gubernur tahun 2026 Nomor 5, sekarang hampir semua kegiatan untuk pilah sampah itu diadakan di berbagai tempat,” jelas Pramono.
Mei lalu, Pramono sudah menandatangani Instruksi Hubernur (Ingub) tentang Pemilahan Sampah dari Rumah.
Baca: Kritik terhadap Pengelolaan Sampah yang Hanya Menyasar di Hilir
Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk melakukan deklarasi pemilahan sampah yang ada di Jakarta.
Pramono menyebut penanganan sampah di ibu kota memang perlu dilakukan bersama baik oleh pemerintah maupun masyarakat.
Pramono berharap kegiatan memilah sampah dari rumah dapat dilakukan secara masif di seluruh Jakarta, sehingga akhirnya menjadi budaya
Pramono menambahkan, percontohan gerakan memilah sampah sudah dimulai di Rorotan, di Cilincing dan sejumlah daerah lain di Jakarta.
”Tetapi nanti mudah-mudahan minggu depan gerakan ini menjadi gerakan yang masif dilakukan oleh semua kota administrasi yang ada di Jakarta,” ujar Pramono.
Baca: Permen “Extended Producer Responsibility” Tak Kunjung Rampung

Leave a Reply