7cloud.asia – Sejak 1994, masyarakat dunia menetapkan 17 Juni sebagai Hari Memerangi Penggurunan dan Kekeringan.
Hari Memerangi Penggurunan dan Kekeringan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap upaya internasional dalam memerangi penggurunan.
Mengutip laman resmi PBB, penetapan Hari Memerangi Penggurunan dan Kekeringan dilakukan untuk memperingati perjanjian lingkungan hidup multilateral Konvensi PBB untuk Memerangi Penggurunan dua dekade silam.
Baca: Upaya dunia untuk merestorasi lahan dan melawan penggurunan
Tema Hari Memerangi Penggurunan dan Kekeringan tahun ini adalah Bersatu untuk Tanah, Warisan Kami, Masa Depan Kita.
Agenda ini menyoroti masa depan pengelolaan lahan dan sumber daya yang paling berharga untuk menjamin stabilitas dan kesejahteraan miliaran orang penghuni Planet Bumi.
Dalam pernyataannya, PBB menyebut penggurunan, degradasi lahan, dan kekeringan merupakan salah satu tantangan lingkungan yang paling mendesak saat ini.
Baca: WMO ingatkan pemanasan global akan picu lebih banyak bencana
Sebanyak 40 persen lahan di seluruh dunia sudah terdegradasi. Hal ini tak bisa dibiarkan karena akan mengancam kelangsungan hidup penghuni planet Bumi.
Sedikitnya 10 miliar manusia diproyeksikan akan menghuni planet Bumi pada tahun 2050. Saat ini jumlah penduduk Bumi diperkirakan mencapai 8 miliar orang.
Jumlah penduduk yang semakin padat tentu membutuhkan lahan yang sehat untuk penghidupan mereka.
Baca: WMO ingatkan Bumi kembali catatkan suhu terpanas
Populasi yang terus bertambah, plus pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan memicu permintaan akan sumber daya alam. Ini akan memberikan tekanan yang berlebihan pada lahan hingga ke titik degradasi.
Penggurunan dan kekeringan mendorong migrasi paksa, yang menempatkan puluhan juta orang setiap tahun pada risiko pengungsian.
Sebaliknya, lahan yang sehat tidak hanya menyediakan hampir 95 persen makanan bagi umat manusia, namun memberi pakaian dan tempat berlindung, menyediakan lapangan kerja dan penghidupan.
Baca: Fakta deforestasi yang patut diwaspadai
Lahan yang sehat juga melindungi manusia dari ancaman kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan yang kian parah.
Dari 8 miliar penduduk dunia, lebih dari satu miliar anak muda di bawah usia 25 tahun tinggal di negara berkembang.
Khususnya di wilayah yang secara langsung bergantung pada lahan dan sumber daya alam untuk bertahan hidup.
Karena itu dunia harus menciptakan prospek pekerjaan bagi penduduk pedesaan ini dan memberi kaum muda akses ke peluang kewirausahaan ekologi
Esti Utami, dari berbagai sumber

Leave a Reply