Distribusi KIP Kuliah Tidak Tepat Sasaran, DPR Minta Sistem Rekruitmen dan Sistem Seleksi Dibenahi

Written by

in

7cloud.asia – Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira menilai sistem distribusi Kartu Indonesia Pintar atau KIP  Kuliah mendesak untuk dibenahi.

Perbaikan sistem distribusi KIP itu untuk mencegah terjadinya penyaluran beasiswa yang tidak tepat sasaran

Pembenahan distribusi KIP Kuliah ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dan memastikan bahwa dukungan finansial dari pemerintah benar-benar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan untuk menyelesaikan pendidikan tinggi mereka.

Pembenahan distribusi, KIP dilakukan baik di perguruan tinggi swasta, perguruan tinggi di luar Jawa, serta yang berakreditasi B serta C.

Baca Juga: Mencari Alternatif Selain Pinjaman Pendidikan untuk Biaya Kuliah

Andreas mengungkapkan bahwa institusi perguruan tinggi adalah yang paling membutuhkan dukungan pembiayaan pendidikan ini.

“Saya kira KIP Kuliah perlu diperbanyak dan penyebarannya harus lebih merata, terutama untuk perguruan tinggi swasta dan juga perguruan tinggi yang berakreditasi B dan C. Karena rata-rata mereka ini kesulitan dalam pembiayaan pendidikan,” ungkap Andreas kepada Parlementaria, di Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (06/05/2024).

Persoalannya, KIP Kuliah ini harus diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan dan mereka yang mempunyai prestasi dan motivasi akademis untuk menyelesaikan studinya.

“Namun, sering terjadi penyaluran tidak tepat sasaran, lebih dikarenakan kenal atau hubungan nepotisme,” ungkap Politisi Fraksi PDI Perjuangan ini.

Baca Juga: UKT Naik Hingga Lima Kali Lipat, Ratusan Mahasiswa Unsoed Duduki Rektorat

Ia menegaskan, KIP Kuliah ini sejatinya bertujuan untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi.

Namun, tanpa sistem seleksi yang ketat dan transparan, bantuan ini bisa tidak mencapai sasaran yang tepat.

“Menurut saya, ini harus dilakukan seleksi, sehingga dengan demikian tujuan daripada KIP kuliah itu bisa tercapai,” ujar Andreas.

“Saya kira perlu menjadi perhatian ke depan, sehingga jangan sampai biaya pendidikan yang sudah mahal dengan bantuan KIP Kuliah ini justru tidak mencapai tujuan”

Baca Juga: Biaya Kuliah Tinggi, Apakah Pinjol Akan Berikan Solusi?

Andreas juga menekankan, perlunya pembenahan dalam proses seleksi dan rekrutmen penerima KIP Kuliah untuk memastikan bahwa bantuan tersebut mencapai sasaran yang benar-benar membutuhkan.

“Saya kira perlu menjadi perhatian ke depan, sehingga jangan sampai biaya pendidikan yang sudah mahal dengan bantuan KIP Kuliah ini justru tidak mencapai tujuan,” tegas Andreas.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *