Dampak Kecemasan Sosial pada Anak dan Cara Mengatasinya

Written by

in

7cloud.asia – Kecemasan sosial perlu menjadi kewaspadaan para orang tua. Pasalnya, kecemasan pada anak tak hanya membuat anak  menjadi pemalu tapi juga bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

Kecemasan sosial dapat menyebabkan anak tak percaya diri dan cenderung menghindari situasi sosial yang akan memengaruhi kehidupan sehari-hari sehingga lebih sulit untuk mendapat teman hingga berprestasi di sekolah.

Aktivis Anak dan Konsultan Kesetaraan Gender di The Design Village, Mamta Sahai dalam wawancara dengan HT Lifestyle mengatakan, Kecemasan sosial dapat berdampak signifikan pada anak-anak dalam berbagai cara.

Anak-anak yang cemas secara sosial mungkin kesulitan untuk berpartisipasi dalam diskusi kelas, dan merasa sulit untuk berteman atau menjaga persahabatan karena takut akan penilaian sosial atau penolakan.

Akibatnya, mereka mungkin mengalami perasaan kesepian dan isolasi,” katanya 

Baca: KPAI dukung hak cuti ayah

Ia juga mengungkapkan bahwa secara fisik, kecemasan sosial dapat muncul pada anak-anak melalui gejala seperti sakit perut, sakit kepala, keringat, gemetar, atau kemerahan saat dalam situasi sosial.

Dilansir Hindustan Times, Senin, kecemasan sosial pada anak-anak bisa dipicu sejumlah hal.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua, guru, dan orang lain yang peduli terhadap anak-anak untuk memahami apa yang penyebab kecemasan.

 

 

Rendahnya kepercayaan dan penghargaan pada diri sendiri bisa timbul dari ketakutan konstan akan penilaian negatif, sehingga secara perlahan merusak kepercayaan diri dan harga diri seorang anak dari waktu ke waktu.

Identifikasi dini dan intervensi yang tepat, seperti terapi kognitif-perilaku atau pelatihan keterampilan sosial dapat membantu anak-anak mengelola kecemasan sosial dan meningkatkan kualitas hidupnya.

Baca: Peran ayah dalam pengasuhan anak

Ketika orang tua mengetahui hal itu, mereka dapat membantu anak-anak merasa lebih baik dan belajar cara mengatasi kecemasan.

Dengan menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung dapat membantu anak-anak merasa lebih percaya diri dan mampu mengatasi situasi sosial.

 

Menurut mamta, menghindar dari situasi sosial yang membuatnya merasa tak nyamanumum terjadi pada anak-anak dengan masalah kecemasan sosial,

Hal ini bisa mengakibatkan kesempatan anak untuk bersosialisasi, belajar, dan tumbuh secara pribadi terlewatkan.

Mengatasi kecemasan sosial adalah proses bertahap yang sering melibatkan kombinasi strategi bantuan diri, terapi profesional, dan dukungan dari teman dan keluarga.

Salah satu strategi yang membantu adalah berlatih teknik relaksasi, yang dapat mencakup belajar untuk menantang dan mengubah kembali pikiran negatif atau keyakinan tentang diri sendiri dan interaksi sosial.

Baca: Test calistung dihapus dari seleksi masuk SD 

Menurut dia, terapi kognitif-perilaku (CBT) bisa sangat membantu dalam mengatasi kecemasan sosial.

“Salah satu pendekatan yang efektif adalah secara bertahap mengekspos diri pada situasi sosial penyebab ketakutan, mulai dari yang kurang menakutkan dan secara bertahap meningkatkan levelnya,” ujarnya.

Selain itu, tambahny, penting untuk menetapkan tujuan yang realistis dan dapat dicapai untuk diri sendiri dalam situasi sosial.

Untuk rayakan kemajuan yang berhasil dicapai, tidak peduli sekecil apapun itu kemajuan ituterlihat

Adapun, mencari bantuan profesional juga penting. Pertimbangkan terapi dari profesional kesehatan mental berlisensi, seperti seorang psikolog.

Dalam beberapa kasus, obat mungkin diresepkan untuk membantu mengurangi gejala kecemasan sosial.

Mamta mengingatkan bahwa mengatasi kecemasan sosial adalah perjalanan, dan kemajuan secara bertahap, sehingga diperlukan kesabaran dengan diri sendiri dan rayakan kesuksesan dalam perjalanan tersebut.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *