7cloud.asia – Sebentar lagi umat Islam di seluruh dunia akan kembali merayakan keistimewaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.
Di Indonesia perayaan 1 Syawal atau hari raya Idul Fitri sering disebut dengan Lebaran. Keunikan ini ternyata tidak ditemukan di negara lain
Mungkin Anda sudah cukup familiar menyebut Idul Fitri dengan istilah Lebaran karena memang istilah ini sudah cukup populer dan identik di Indonesia.
Namun, apa makna Idul Fitri yang sesungguhnya? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan lengkap mengenai makna dan tradisi unik Idul Fitri ataupun Lebaran di Indonesia melalui artikel ini.
Baca: Muslim Indonesia rayakan idul Fitri 1445 H bersamaan
Makna Idul Fitri
Melansir laman resmi Nahdlatul Ulama (NU), Idul Fitri bukan sekadar tentang hari perayaan, pakaian baru, dan hal-hal lain yang serba baru.
Meski pada dasarnya umat muslim disunnahkan untuk menggunakan pakaian baru, tetapi secara hakikat, bukan itu makna sesungguhnya dari Hari Raya Idul Fitri.
Lebih dari itu, Idul Fitri dimaknai sebagai bentuk refleksi diri, bentuk rasa syukur, permohonan ampun sekaligus mengungkapkan kegembiraan.
Dalam hal ini, refleksi diri berarti setiap umat muslim dianjurkan untuk introspeksi diri dan kembali kepada fitrah Islamiyah.
Artinya, umat muslim diharapkan dapat kembali suci setelah dibersihkan dengan ibadah puasa Ramadan selama 1 bulan penuh, yang kemudian disempurnakan dengan mengeluarkan zakat fitrah sebagai bentuk rasa syukur.
Baca: Makna mudik Lebaran, tak sekadar pulang kampung
Zakat fitrah ini juga merupakan amalan untuk berbagi kepada sesama, serta saling memaafkan atas kesalahan yang pernah terjadi.
Jika dilihat dari gabungan katanya, Idul Fitri berasal dari dua kata, yaitu ‘id’ dan ‘al-fitri’. Id secara bahasa berasal dari kata ada – ya’uudu, yang artinya kembali.
Sedangkan, kata al-fitri memiliki dua makna, yaitu suci dan berbuka. Suci artinya bersih dari segala dosa, kesalahan, dan keburukan. Sementara itu, makna fitri yang berarti berbuka didasari oleh hadits Rasulullah SAW, yaitu:
“Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW pergi (untuk shalat) pada Hari Raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.”
Lantas, bagaimana dengan makna lebaran? Umat muslim di Indonesia memang identik menyebut Idul Fitri sebagai lebaran.
Baca: Mengapa sering terjadi perbedaan dalam merayakan idul fitri
Berdasarkan KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, Lebaran dijelaskan sebagai hari raya para umat Islam pada tanggal 1 Syawal setelah ibadah puasa selesai dijalankan selama bulan Ramadhan.
Terkait asal usul istilah lebaran ini ternyata ada berbagai versi yang sudah ada sejak zaman dahulu. M.A. Salamun, seorang sastrawan di era 1960-an menganggap istilah lebaran berasal dari tradisi Hindu atau Jawa kuno.
Lebar berasal dari kata lebar yang berarti sudah selesai, usai, atau habis. Dalam hal ini menandakan bahwa habisnya masa berpuasa di bulan Ramadan.
Ada pula anggapan lebaran yang berasal dari kata ‘lebar’, yang artinya luas atau lapang. Istilah ini merupakan metafora bagi umat muslim untuk saling berlapang dada dan ikhlas sehingga dianjurkan untuk saling memaafkan terhadap sesama.
Namun hingga saat ini, belum ada sumber otentik tertulis terkait asal kata lebaran dan sejak kapan istilah ini mulai dipakai. Yang jelas, istilah lebaran tidak dikenal dalam bahasa Arab. Itulah mengapa istilah ini erat kaitannya dengan pengaruh budaya di Indonesia.

Leave a Reply