7cloud.asia – Anggota Komisi IV DPR Haerudin mengungkapkan keprihatinannya dengan situasi sektor pertanian Indonesia saat ini.
Ia menekankan Indonesia dikenal sebagai negara agraris, tapi sangat kontradiksi dengan kondisi sektor pertanian
Kesejahteraan petani, ujarnya, makin terabaikan dan kehidupan masyarakat non pertanian justru berduyun-duyun mencari dan mengantre beras.
Melihat permasalahan pangan terutama beras ini, Haerudin menilai Indonesia butuh menyusun roadmap pangan atau pertanian untuk memecahkan persoalan tersebut.
“Pak Menteri ingin kami sampaikan kita ini butuh roadmap pangan kita, roadmap (peta jalan) pertanian kita,” ujarnya dalam Rapat Kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian di Gedung Nusantara, DPR Senayan, Jakarta, Maret lalu.
Baca: Soal kenaikan harga beras ada kebijakan tak adil bagi petani
Ia mengingatkan sektor pangan ini sebuah kehidupan kebangsaan (yang membuat) kita terusik, terganggu dan bahkan mungkin kita merasa miris pada saat sebuah kenyataan kehidupan kita ini tidak punya beras
Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional itu melanjutkan, sejak dahulu anggaran besar Kementerian Pertanian banyak dialokasikan ke beberapa daerah yang bukan pertanian atau wilayah yang tidak menghasilkan beras atau jagung.
Sehingga, wilayah bukan pertanian yang dipaksa untuk menghasilkan beras itu pun hanya mampu memproduksi beberapa ton bahkan gagal panen.
Untuk itu, menurutnya. Kementerian Pertanian seharusnya mempersiapkan resiko-resiko terhadap sedikit dan gagalnya produksi beras itu.
Baca: DPR kritisi pemangkasan anggaran untuk pupuk subsidi
Seharusnya, Pemerintah juga melakukan upaya agar dapat memaksimalkan produksi pada wilayah pertanian dan penyangga pangan.
Pemerintah, secara bertahap, juga diminta membangun dan memaksimalkan pembangunan wilayah pertanian baru sehingga tidak mengganggu produktivitas pangan.
Ia meminta Mentan membuat kajian yang komprehensif, butuh proses berapa lama sampai seorang petani mencapai titik optimal tertentu per hektar.
”Nah ini kami ingatkan, maaf Pak Menteri, di Jawa pun kalau pun menjadikan kita titik balik fokus hari ini pada persoalan tanaman pangan terutama padi kita harus berhitung mana daerah yang 5 ton per hektar ke bawah? mana yang daerah yang 5 ton per hektar ke atas?” jelasnya.

Leave a Reply