Fakta Deforestasi yang Perlu Kita Tahu di Hari Hutan Sedunia

Written by

in

7cloud.asia – Memperingati Hari Hutan Sedunia yang jatuh setiap 21 Maret ada sejumlah fakta yang patut diketahui terkait dengan penebangan hutan atau deforestasi.

Dilansir earth.org, sejak tahun 1990, setidaknya 420 juta hektare hutan telah hilang dari muka Bumi akibat aktivitas manusia termasuk pembukaan lahan untuk lahan pertanian dan penebangan kayu.

Pada tahun 2020, tutupan hutan tinggal mencakup sekitar 31% dari total luas daratan dunia.

Meskipun laju deforestasi mulai menurun selama tiga dekade terakhir, dunia tetap kehilangan ribuan hektare lahan setiap harinya.

September 2022 tercatat dalam sejarah sebagai bulan pemecahan rekor deforestasi di Amazon, hutan hujan tropis terbesar dan terpenting di dunia.

Baca: Deforestasi memicu masalah serius pada lingkungan

Berikut adalah sejumlah fakta deforestasi yang perlu kita ketahui dan mengapa kita perlu melindungi hutan lebih serius ketimbang sebelumnya.

Dunia telah menebang 10 juta hektare pohon setiap tahunnya untuk menciptakan lahan bagi tanaman pangan dan peternakan,

Deforestasi juga dilakukan untuk memproduksi bahan-bahan seperti kertas dan bahan bangunan. Jumlah ini menyumbang sekitar 16% dari total hilangnya tutupan pohon. Untuk Indonesia perlu menjadi perhatian, karena 96% deforestasi saat ini terjadi di daerah hutan tropis.

Deforestasi juga menyumbang emisi global yang cukup besar. Salah satu fakta deforestasi yang paling mencengangkan adalah hilangnya hutan menyumbang hampir 5 miliar ton karbon dioksida ke atmosfer setiap tahunnya,

Angka ini setara dengan hampir 10% emisi tahunan yang dihasilkan manusia.

Baca: Perkebunan monokultur memicu deforestasi besar-besaran

Para peneliti NASA menemukan bahwa percepatan metode penebangan dan pembakaran dalam pembukaan lahan di Kalimantan.

Seperti kita ketahui Kalimantan merupakan pulau terbesar ketiga di dunia dan rumah bagi salah satu hutan hujan tertua di dunia.

Deforestasi di Kalimantan berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon global terbesar dalam satu tahun dalam dua milenium, sehingga mendorong Indonesia menjadi sumber emisi karbon terkemuka.

Setidaknya 3,75 juta hektar hutan hujan primer tropis hilang pada tahun 2021. Ini artinya hutan di Kalimantan akan hilang seluas 10 lapangan sepak bola setiap menitnya.

Hal ini mengakibatkan 2,5 miliar ton emisi karbon dioksida, setara dengan emisi bahan bakar fosil tahunan di India, 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *