7cloud.asia – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto membantah narasi yang menyebut parpolnya terbelah menyikapi wacana penggunaan hak angket.
“Tidak ada (PDI Perjuangan terbelah menyikapi hak angket, red),” kata Hasto ditemui usai menjadi pembicara acara Election Talk #4, Konsolidasi untuk Demokrasi Pasca Pemilu 2024: Oposisi atau Koalisi yang dilaksanakan di area Kampus UI, Depok, Jawa Barat, di area Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024).
Namun demikian, Hasto menengarai ada upaya untuk menghambat terwujudnya wacana hak angket untuk menyelidiki dugaan kecurangan pemilu 2024.
Baca: PDI Perjuangan sudah susun naskah akademik hak angket
Menjawab pertanyaan awak media, alumnus Universitas Pertahanan (Unhan) itu menuturkan belakangan muncul berbagai operasi berupa intimidasi agar hak angket tidak terwujud.
Hasto mengatakan intimidasi yang bisa terlihat dari pelaporan terhadap capres nomor urut tiga Ganjar Pranowo ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Sebab, muncul juga banyak intimidasi, misalnya, apa yang dilakukan pengaduan terhadap Pak Ganjar Pranowo, itu tidak terlepas dari upaya-upaya untuk menghambat hak angket tersebut,” kata Hasto.
Baca: Aktivis 98 ini ajak masyarakat turun ke jalan dukung penggunaan hak angket
Sebelumnya, juru bicara Tim Pemenangan Nasional Ganjar-Mahfud, Chico Hakim juga menyebut laporan Sugeng terkait dugaan gratifikasi untuk Ganjar ini, sarat akan unsur politis.
Penyebabnya, meski mengatasnamakan IPW, Sugeng Santoso pelapor dugaan gratifikasi ini diketahui adalah Ketua DPD PSI Kota Bogor.
Menurut Chico, laporan ini terkesan dipaksakan. Apalagi ketika diketahui bahwa Ganjar adalah pihak yang pertama kali mendorong digulirkannya hak angket di DPR untuk mengusut dugaan kecurangan Pemilu 2024.
“Dan kalau dilihat dari situs web IPW, tidak terlihat jika laporan ini dilakukan sebagaimana fungsi IPW dan kaitannya dengan Polri,” ucap Chico dikutip Tempo.co.
Baca: Unjukrasa mendukung hak angket berlangsung di banyak daerah
Hak angket pertama kali digulirkan oleh Ganjar Pranowo untuk menyelidiki dugaan kecurangan pemilu 2024.
Usulan ini kemudian mendapat dukungan dari berbagai kalangan, termasuk koalisi pendukung pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar.
PDI Perjuangan sebagai pengusung Ganjar saat ini sudah menyusun naskah akademik untuk pengajuan hak angket ini.

Leave a Reply