7cloud.asia – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai merebak pada musim hujan ini. Berbagai cara dilakukan untuk pengobatan penyakit DBD. Di antaranya terapi kombinasi dengan ramuan daun pepaya segar.
Ramuan daun pepaya untuk pengobatan DBD ini diungkapkan oleh Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) Dr (Cand.) dr Inggrid Tania, MSi.
Menurutnya terapi dengan menggunakan daun pepaya seperti ini dapat mempercepat kenaikan trombosit pada pasien DBD.
“Bisa diracik sendiri atau kalau enggak mau rasakan pahit, bisa minum ekstrak dalam kapsul yang bisa dibeli di apotek atau toko herbal,” jelas Inggrid seperti yang dikutip Antaranews.
Selanjutnya Inggrid menjelaskan pada manusia normal keping darah merah (trombosit) berkisar antara 150.000-400.000 per mikroliter.
Baca: Kasus DBD di Jaksel meningkat hingga 100 persen lebih
Tetapi virus demam berdarah dengue (DBD) bisa menurunkan jumlah trombosit hingga kurang dari 150.000 mikroliter.
Hal ini menyebabkan pasien DBD mudah mengalami memar dan mengalami perdarahan yang sulit berhenti.
Inggrid mengatakan sejumlah data penelitian baik itu in vitro atau prosedur eksperimen yang dilakukan di laboratorium, praklinis maupun uji klinis menunjukkan manfaat daun pepaya dalam meningkatkan kadar trombosit secara signifikan pada pasien DBD.
Dia menjelaskan ramuan ini dapat dibuat sendiri dengan menyiapkan 50 gram daun pepaya dan sebisa mungkin daun pepaya muda.
Kemudian iris kasar daun lalu tumbuk dengan air matang sebanyak 50 mililiter.
Baca: Waspada penyakit yang sering terjadi di musim hujan
“Idealnya ditumbuk karena tidak merusak serat, kandungan nutrisi dan senyawa aktif di dalamnya,” ujar Inggrid.
setelah itu, saring dan peras daun. Bisa menambahkan madu 1,5 hingga 2 sendok teh madu ke dalam hasil perasan daun untuk mengurangi rasa pahit.
Pasien DBD bisa meminum sebanyak sebanyak 30 ml ramuan daun pepaya sesudah makan, tiga kali sehari, hingga kondisinya pulih 100 persen.
Daun pepaya mengandung enzim papain seperti halnya buah pepaya. Enzim ini bermanfaat untuk meningkatkan trombosit juga memperbaiki pencernaan dan nafsu makan, khususnya pasien DBD agar lebih cepat pulih.
Selain itu, daun ini juga mengandung sejumlah senyawa aktif seperti polifenol terutama flavanoid dan asam fenolik yang bersifat antioksidan sekaligus membantu meningkatkan imunitas tubuh.
Baca: Musim hujan, waspada penyakit kulit
Sebelumnya diberitakan kasus DBD khususnya di DKI Jakarta mengalami peningkatan di musi hujan seperti sekarang ini.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan hingga 19 Februari 2024 mencatat sebanyak 627 kasus DBD dengan rasio indeks DKI Jakarta sebanyak 5,57 per 100.000 penduduk.
Ani merinci data sebaran kasus DBD di wilayah DKI Jakarta, yakni Jakarta Pusat sebanyak 34 kasus, Jakarta Utara sebanyak 74 kasus, Jakarta Barat sebanyak 208 kasus, Jakarta Selatan sebanyak 145 kasus, Jakarta Timur sebanyak 161 kasus, dan Kepulauan Seribu sebanyak 5 kasus.
Peningkatan ini terjadi karena kelembapan yang tinggi dan meningkatnya curah hujan, berpotensi pada peningkatan vektor penular DBD, yaitu nyamuk aedes aegypti.
Baca: Vaksin untuk orang dewasa
Karena itu diperlukan upaya pengendalian penyebab DBD secara masif dengan melibatkan peran serta seluruh aspek masyarakat pada tujuh tatanan.
Yaitu permukiman, perkantoran, institusi pendidikan, tempat-tempat umum, tempat pengelolaan makanan, fasilitas pelayanan kesehatan, dan fasilitas olahraga.
Pihaknya juga telah menginstruksikan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta untuk dapat melakukan deteksi dini dan tata laksana kasus DBD sesuai standar, serta menyiapkan ketersediaan ruang rawat dan logistik untuk perawatan pasien.
“Seluruh fasilitas kesehatan di Jakarta siap melayani masyarakat jika tertular DBD,” ujarnya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply