7cloud.asia – Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Komite Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan pokok.
Aksi yang diikuti oleh Partai Buruh tersebut berlangsung di depan patung kuda, Jakarta Pusat pada Kamis (29/02/2024).
Menurut Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan aksi ini diikuti massa buruh yang berasal dari wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Tangerang Raya, Serang, hingga Cilegon.
Selanjutnya Said menjelaskan kenaikan harga bahan pokok yang melambung tinggi tapi tidak diimbangi kenaikan upah yang memadai.
“Kenaikan harga-harga barang pokok, seperti beras, telur, dan barang pokok lainnya, tentu menyebabkan daya beli masyarakat berkurang hingga 30% lebih. Dan kondisi tersebut diperparah dengan kenaikan upah buruh yang hanya berkisar 2-4% saja,” terangnya.
Dengan kondisi seperti ini, dapat dipastikan kenaikan upah buruh tersebut tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Karena itu, kita meminta agar pemerintah segera menurunkan harga-harga bahan pokok, baik itu beras, telur dan barang sembako lainnya. Karena kalau tidak diturunkan, maka kenaikan harga jelang puasa akan semakin melambung tinggi dan tak terkendali,” jelasnya.
Selain menuntut diturunkan harga bahan pokok, mereka mendesak pemerintah dapat segera mencabut omnibus law cipta kerja.
Tuntutan lainnya adalah penegakan pemilu bersih. Menurut Said, pemilu 2024 ini penuh dengan kecurangan.
Baca: Komisi lX DPR siap fasilitasi buruh soal UMP
Sehingga KPU sebagai penyelenggara pemilu, Bawaslu, dan seluruh instrumen penyelenggara pemilu di dalamnya mendapat sorotan besar dari masyarakat.
Menurutnya, kecurangan masif terlihat jelas di pemilihan anggota legislatif 2024.
“Dalam konteks ini, Partai Buruh tidak untuk menilai hasil pilpres karena tidak mendukung capres manapun. Namun dalam gelaran pileg, sangat kelihatan curang dan tidak bersih,” katanya.
“Bentuknya ialah bagaimana politik uang dengan serangan fajar masih saja terjadi, yang di mulai dari hari tenang hingga hari pencoblosan, dengan nominal mulai dari Rp 50.000-1.000.000,” lanjutnya.
Dalam pemilu 2024 ini, Partai Buruh yang menjadi korban kecurangan. Hal ini tampak dari tergerusnya perolehan suara dalam aplikasi Sirekap.
BacaBaca: Pasangan Ganjar-Mahfud akan evaluasi omnibus law uu cipta kerja
“Beberapa kasus misalnya, hasil perolehan di DPR RI Kalbar Dapil 1, suara Partai Buruh justru berkurang 4 ribu suara. Dan juga perolehan di Dapil 13 Jabar untuk DPRD berkurang ratusan suara,” katanya.
Dengan berbagai kecurangan ini, Said menyebut pemilu 2024menjadi yang terburuk sepanjang masa yang pernah ada di Indonesia.
“Kecurangan-kecurangan yang terjadi hingga saat ini tentunya menunjukkan, bahwa Pemilu saat ini adalah Pemilu terburuk sepanjang massa, sejak pertama kali adanya yakni tahun 1955,” katanya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply