Aksi Kamisan ke-806: Kami Berdiri Selamatkan Demokrasi

Written by

in

7cloud.asia – Aksi Kamisan ke-806 kembali digelar hari ini Kamis (22/2/2024) dengan mengusung tema Aksi Kamisan Berdiri Selamatkan Demokrasi.

Lebih dari 100 orang menghadiri Aksi Kamisan kali ini. Banyak wajah-wajah baru yang hadir di Aksi Kamisan kali ini.

Dipantau dari akun Youtube Jakartanicus, Aksi Kamisan ini menyoroti runtuhnya demokrasi dalam Pilpres 2024 karena ketidaknetralan Presiden Jokowi

Presiden Jokowi yang seharusnya netral justru mempertontonkan praktik kolusi dan nepotisme dengan mendukung anaknya Gibran Rakabuming Raka yang berpasangan dengan Prabowo Subianto. 

Baca: Aksi Kamisan ke-805 tolak praktik kotor di Pemilu 2024

“Bpk Presiden sebagai kepala negara mengaku dlahirkan krn reformasi &demokrasi tapi melakukan praktik kolusi & nepotisme yg dperjuangkn o/para reformis sejati pada th.1998,” tulis inisiator Aksi Kamisan, Ibu Sumarsih di akun @AksiKamisan 

Aksi Kamisan lahir dari kepedulian dan keinginan keras para aktivis HAM untuk memperjuangkan keadilan bagi korban-korban tragedi masa lalu.

Ide ini pertama kali muncul pada akhir tahun 2006, dicetuskan oleh Maria Katarina Sumarsih, ibu dari salah satu korban insiden demonstrasi tahun 1998.

Didukung oleh Yati Andriyani dan Suciwati, istri almarhum Munir, Aksi Kamisan menjadi wadah bagi keluarga korban untuk menyuarakan keadilan.

Baca: Aksi Kamisan ke-804 tolak pasangan pelanggar HAM dan Konstitusi

Setiap hari Kamis sore tepat pukul 16:00  peserta aksi brdiri diam di depan Istana Negara. Pada saat itulah Indonesia menyaksikan aksi diam yang penuh makna.

Para peserta berdiri dengan penuh keheningan, menggelar payung hitam bertuliskan tuntutan kemanusiaan.

Mereka adalah keluarga korban pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat yang melakukan Aksi Kamisan menolak impunitas. 

Bahwa mereka yang pernah melanggar HAM harus menjalani hukuman dan tidak boleh melenggang bebas. Tahun ini Aksi Kamisan sudah memasuki usia ke 17 tahun.

Baca: 17 Tahun Aksi Kamisan tentang harapan yang dikhianati

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *