7cloud.asia – Masalah krusial yang juga menjadi pertanyaan jika pasangan Prabowo-Gibran benar-benar dilantik menjadi presiden dan wakil presiden adalah kesejahteraan guru dan dosen.
Hariyadi, dosen Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Jawa Tengah, menyebutkan bahwa pasangan Prabowo-Gibran memang memasukkan poin tentang pendidikan dalam salah satu dari 17 program prioritas mereka.
Pasangan Prabowo-Gibran juga menyebutkan bahwa kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk guru dan dosen, akan berdampak pada pelayanan publik yang baik.
Dengan demikian, terpilihnya mereka membuka peluang bagi peningkatan kesejahteraan guru dan dosen ASN.
Namun, Prabowo-Gibran tidak merinci sisi kesejahteraan mana yang mau mereka tingkatkan-apakah komponen tunjangan sertifikasi, gaji pokok atau komponen lainnya.
Baca: Isu penegakan HAM membayangi pasangan Prabowo-Gibran
Atau pasangan ini akan meningkatkan ksejahteraan Prabowo-Gibran dengan menambahkan komponen baru dalam struktur upah para pendidik.
Sebuah penelitian menyebutkan bahwa peningkatan kesejahteraan dapat mendorong para pendidik untuk meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
Penelitian lainnya pada tahun 2019 memperlihatkan pemenuhan kesejahteraan yang memadai bagi guru akan menambah semangat guru dalam bekerja.
Di sisi lain, penelitian dengan metode kuantitatif di Kendari, Sulawesi Tenggara, menunjukkan bahwa tunjangan sertifikasi untuk meningkatkan kesejahteraan ternyata tidak terkait langsung dengan peningkatan kinerja.
Sebab, sebagian besar tunjangan ini digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga, bukan untuk peningkatan kualitas mengajar.
Baca: Pembengkakan anggaran pembangunan IKN bayangi pemerintahan yang baru
Sementara, penelitian yang lain menemukan perlunya melihat urgensi dari peningkatan kompetensi-kompetensi pendidik itu sendiri.
Aspek itu seperti kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepemimpinan.
Hariyadi menyimpulkan bahwa meskipun perlu, peningkatan kesejahteraan bukanlah satu-satunya komponen yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya pada bidang pendidikan.
Kesejahteraan guru dan dosen sendiri tidak hanya terkait dengan gaji tapi juga wellbeing (kebahagiaan), jaminan hari tua, dan kelonggaran waktu untuk meningkatkan profesionalisme tanpa dibebani terlalu banyak administrasi.
“Peningkatan profesionalisme para pendidik, baik itu guru maupun dosen, yang juga perlu dilakukan tidak disebutkan dalam program-program kerja pasangan calon Prabowo-Gibran.”
Baca: Proyek gagal food estate jadi PR Prabowo
Dalam berbagai diskusi publik, termasuk debat pasangan calon, pasangan ini tidak mengelaborasi masalah-masalah lainnya terkait kesejahteraan pendidik.
Hal ini meliputi pengangkatan guru honorer, sertifikasi guru, serta beban administratif guru dan dosen.
Program mereka juga cenderung “memihak” ke ASN, tanpa mempertimbangkan guru swasta maupun honorer.
Kita harus menunggu sampai beberapa bulan ke depan untuk melihat apakah pasangan calon ini akan menjadikan isu-isu tersebut sebagai kebijakan mereka.
“Atau memang menurut mereka peningkatan pendapatan adalah satu-satunya cara untuk meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen.” ujar Hariyadi.
Sumber: The Conversation, Penulis: Ahmad Nurhasim (Health+Science Editor) Anggi M. Lubis (Business + Economy Editor), Hayu Rahmitasari (Education & Culture Editor), Nurul Fitri Ramadhani (Politics + Society Editor), Robby Irfany Maqoma (Environment Editor)

Leave a Reply