7cloud.asia – Pemungutan suara yang bertepatan dengan hari Kasih Sayang atau Valentine dimanfaatkan sejumlah petugas untuk memberikan cokelat kepada warga yang memilih.
Seperti yang dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS) 026 di Desa Peguyangan Kangin, Denpasar, Bali pada Rabu (14/02/2024).
“Ini ide saya sendiri dibantu ibu-ibu PKK karena pas momen Valentine jadi sekalian kami dekor khas kasih sayang,” ungkap Kepala Dusun (Banjar) Tanjung Sari, Komang Sugatha di Desa Peguyangan Kangin, Denpasar, Bali.
Melansir Antaranews, hadiah cokelat dan wafer cokelat tersebut diberikan kepada 100 pemilih pertama dan sisanya mendapatkan permen dari total 280 jumlah pemilih terdaftar.
Baca: KPPS di 7 tps ini perempuan semua
Di TPS ini para pemilih tidak hanya mendapatkan cokelat, tetapi juga dihibur dengan lagu-lagu bertemakan cinta dan kasih sayang.
Selain itu, dekorasi berupa balon-balon berwarna merah muda, bunga-bunga serta desain bangunan khas Bali menambah suasana unik di TPS itu.
Keunikan lainnya seluruh petugas di TPS adalah perempuan dengan menggunakan pakaian adat Bali berupa seragam kebaya berwarna merah muda.
Sugatha berharap dengan adanya nuansa unik itu menarik antusiasme pemilih untuk mendatangi TPS itu guna menyalurkan hak suara.
Pada tahun lalu partisipasi pemilih mencapai sekitar 70 persen. Pada tahun ini dengan nuansa unik, ia menargetkan partisipasi mencapai 90 persen.
Baca: Dua TPS khusus disiapkan di IKN
Pada kesempatan itu Sugatha mengungkapkan total biaya dekorasi dan pernak-pernik lainnya mencapai Rp5 juta.
Biaya tersebut berasal dari dana TPS di masing-masing TPS sebesar Rp2 juta dan sisanya merupakan sumbangan dari masyarakat secara swadaya.
Sementara itu, sejumlah pemilih mengaku antusias mendatangi TPS untuk menyalurkan hak suara, sekaligus mengabadikan momen TPS bernuansa unik.
“Ini pertama kali juga saya mencoblos dan dapat permen dan ada cokelat juga jadi menarik sekali dan saya juga deg-degan karena ini perdana,” ujar pemilih Sinta Kanaya yang tahun ini genap berusia 18 tahun.
Baca: Bawaslu petakan TPS yang rawan
Senada dengan Sinta, pemilih lainnya yakni Ketut Parmiasih juga terkesan dengan dekorasi TPS 026 yang berbeda dari biasanya.
“Unik sekali, kekinian jadi sekalian, setelah mencoblos, foto-foto kan ini lima tahun sekali,” ucapnya.
Ada pun seluruh pemilih juga menggunakan pakaian adat madya khas Bali yakni menggunakan kain dan ikat kepala atau udeng untuk laki-laki dan kebaya dan selendang untuk wanita.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply