7cloud.asia – Upaya pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) yang sudah tertuang dalam rencana Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 dapat terus berjalan secara sistematis meski terjadi pergantian menteri.
Ikhwal kelanjutan upaya penurunan emisi gas rumah kaca itu diungkapkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya kepada media di Kantor Kementerian LHK di Jakarta, Senin (12/2/2024).
Siti Nurbaya mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sistem kerja untuk menurunkan emisi sudah disiapkan sehingga tinggal dilanjutkan.
“Sistematika kerjanya kayak sistem FOLU Net Sink, Forestry and other Land Use Net Sink 2030 itu sudah ada SK-nya, sudah ada pola kerjanya, blue print sudah tersedia,” ujarnya dikutip Antaranews.com
Baca: Sektor kehutanan jadi penyeimbang emisi sektor energi
FOLU Net Sink 2030 adalah satu kondisi yang ingin dicapai di mana serapan emisi GRK untuk sektor kehutanan dan penggunaan lahan setara atau lebih tinggi dengan tingkat emisi yang dihasilkan
Kondisi ini diharapkan dapat dicapai pada tahun 2030 dengan berbagai cara dilakukan. Komitmen Indonesia itu ingin mendorong tercapainya tingkat emisi GRK sebesar -140 juta ton setara karbon dioksida.
Rencana itu juga dilakukan untuk mencapai target pengurangan emisi GRK secara nasional yaitu sebesar 31,89 persen dengan kemampuan sendiri dan 43,20 persen dengan dukungan internasional.
Baca: Menelaah misi kehutanan para capres, mana yang paling berkomitmen
Komitmen masing-masing negara untuk menurunkan emisi ini tertuang dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) yang diserahkan kepada sekretariat UNFCCC.
Siti menjelaskan, selain sektor kehutanan yang sudah memiliki peta jalan dalam FOLU Net Sink 2030, terdapat pula sektor pengolahan sampah dan limbah.
Dari sektor ini ditargetkan mengalami penurunan emisi hingga 40 megaton setara CO2 (MtCO2e) dengan berbagai langkah yang sudah disiapkan.
Baca: Hilirisasi nikel membuat indeks emisi Indonesia terpuruk
“Jadi saya kira untuk sektor kehutanan dan sampah yang jumlahnya mungkin bisa 60 persen plus dua atau tiga, 64 persen lah, itu sudah bisa dijaga secara sistematis,” jelasnya.
Siti mengatakan, langkah-langkah pengurangan emisi dari sektor kehutanan dan pengolahan sampah yang dilakukan KLHK dapat dijalankan oleh birokrasi yang terus bergerak.
Sehingga meski terjadi pergantian menteri sebagai dampak dari Pemilu tahun ini upaya di lapangan masih akan terus berjalan.

Leave a Reply