7cloud.asia – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung membenarkan kemunculan harimau sumatera di jalan lintas Barat Tanggamus-Krui Pesisir Barat yang terekam kamera warga.
Sebelumnya telah beredar luas di media sosial penampakan seekor harimau sumatera yang melintas di jalan lintas barat Sumatera.
Humas BKSDA Bengkulu SKW III Lampung, Irhamuddin mengatakan harimau sumatera itu muncul tepatnya di jalan lintas barat, Pekon (Desa) Pemerihan, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat.
Baca: Harimau sumatera masuk perangkap yang dipasang warga
Kami, ujarnya sudah mengkonfirmasi sumber video tersebut, melalui Kepala Resort Pemerihan BBTNBBS.
“Bahwa lokasi bukan di Sedayu seperti narasi yang ada dalam video, melainkan kemunculan harimau tersebut di Jalan Lintas Barat Sanggi Bengkunat Pemerihan,” kata Irhamuddin, seperti dikutip Antaranews.com
Atas kemunculan harimau sumatera tersebut, pihaknya akan melakukan mitigasi dan akan melakukan penangan tepat terhadap hewan buas tersebut.
“Terkait dengan video yang beredar, tentunya BKSDA Bengkulu melalui SKW III Lampung akan melakukan mitigasi terkait dengan kemunculan harimau tersebut,” katanya.
Baca: Konservasi macan tutul di Taman Nasional Ujung Kulon
Irhamuddin menambahkan, untuk saat ini pihak BKSDA akan menunggu informasi lebih lanjut dan akan berkoordinasi dengan tim yang berada di lapangan untuk melakukan langkah-langkah mitigasi.
“Kami masih menunggu informasi perkembangan dari tim di lapangan, kemudian selanjutnya akan dilakukan langkah-langkah mitigasi yang tepat untuk satwa harimau sumatera,” ujarnya.
Namun pihaknya memastikan bahwa korban warga diterkam harimau di Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat, yang terjadi pada Kamis (08/02/24) lalu bukan oleh harimau yang terpantau kamera warga.
“Korban harimau sumatera yang terjadi di Suwoh, bisa kami pastikan individu yang berbeda,” ujar dia pula.
Baca: Mengenal keberadaan elang jawa
Kemunculan harimau sumatera di sejumlah tempat di Pulau Sumatera beberapa waktu belakangan ini cukup meresahkan masyarakat.
Namun demikian, hal ini juga menjadi kabar baik karena berarti satwa terancam punah ini masih ada.
Harimau sumatera termasuk satwa yang dilindungi karena terancam punah. Diperkirakan populasi satwa bernama latin Panthera Tigris ini tinggal puluhan.
Harimau sumatera adalah satu-satunya anggota subspesies harimau sunda yang masih bertahan hidup hingga saat ini.

Leave a Reply