7cloud.asia – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah di Indonesia pada perayaan Imlek, Sabtu (10/02/2024).
Berdasarkan laman resmi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung.
Kondisi cuaca yang sama berpotensi mengguyur wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan.
Wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua juga diperkirakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Sementara untuk wilayah Jabodetabek potensi hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kabupaten Bogor dan Kota Bogor pada siang hingga sore hari.
Sedangkan hujan dengan intenistas ringan berpotensi terjadi di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi pada siang hingga sore hari.
Hasil analisis data iklim BMKG, sekitar lebih dari 55% wilayah Zona Musim Indonesia diprediksikan memasuki puncak musim hujan pada periode bulan Januari – Februari 2024.
Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto tingginya curah hujan di sebagian besar wilayah di Indonesia ini disebabkan oleh 3 hal.
Pertama, adanya aktivitas Monsun Asia yang masih memicu potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia terutama di bagian tengah dan selatan
Kedua masih aktifnya gelombang ekuator Rossby dan Kelvin di sekitar wilayah Indonesia bagian tengah dan timur yang turut memicu peningkatan potensi awan hujan.
Ketiga, terbentuknya pola belokan dan pertemuan angin yang memanjang di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Selatan termasuk Sumatra, Jawa, dan Kalimantan sebagai dampak dari penguatan angin Monsun Asia.
Dengan kondisi cuaca seperti ini, Guswanto berharap masyarakat dan pihak-pihak terkait dapat melakukan persiapan untuk meminimalisir dampak cuaca.
“Memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan,” kata Guswanto dalam keterangan tertulisnya.
Upaya lainnya adalah menata lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tidak memotong lereng atau penebangan pohon yang tidak terkontrol serta melakukan program penghijauan secara lebih masif.
Selain itu, BMKG mengimbau agar pihak terkait memangkas dahan dan ranting pohon yang rapuh serta menguatkan tegakan/tiang, serta papan reklame/baliho agar tidak roboh tertiup angin kencang.
“Lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi,” terangnya.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply