7cloud.asia – Sebuah kelompok peninjau independen yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri Prancis Chatherine Colonna akan melakukan penilaian terhadap badan pengungsi PBB untuk Palestina UNRWA mulai Senin (5/2/2024).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan, langkah ini diambil setelah Israel menuduh beberapa staf UNRWA terlibat dalam serangan militan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Dalam melakukan penilaian terhadap UNRWA, Colonna akan bekerja sama dengan Institut Raoul Wallenberg di Swedia, Institut Chr. Michelsen di Norwegia, dan Institut Hak Asasi Manusia Denmark.
Baca: 80 persen warga Gaza terusir dari rumahnya akibat perang
Ia akan menyerahkan laporan awal kajian terhadap UNRWA ini pada akhir Maret dan laporan akhir pada akhir April, yang kemudian akan dipublikasikan.
Guterres mengatakan, peninjauan independen oleh pihak luar terhadap UNRWa itu akan dilakukan bersamaan dengan penyelidikan yang kini sedang dilakukan oleh Kantor Layanan Pengawasan Internal PBB.
“Kerja sama dengan pihak berwenang Israel, yang melemparkan tuduhan-tuduhan ini, sangat penting demi keberhasilan penyelidikan ini,” kata Guterres dalam sebuah pernyataan.
Baca: Mungkinkah mewujudkan Palestina yang merdeka dan berdaulat?
Sementara penyelidikan berjalan, UNRWA tetap berupaya menjalankan tugasnya membantu para pengungsi Palestina
Komisioner Jenderal UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan di X bahwa ia menemui menteri luar negeri Uni Emirat Arab pada hari Senin untuk membahas kinerja UNRWA.
UNRWA tetap berupaya “menjaga stabilitas di kawasan” dan menyalurkan bantuan ke dua juta penduduk Gaza.
Baca: Keputusan Mahkamah Internasional diharapkan hentikan impunitas untuk Israel
Juru Bicara UNRWA Juliette Touma dikutip VOA Indonesia mengatakan Lazzarini juga akan mengunjungi Qatar dan Kuwait pekan ini.
Sebanyak 15 negara donor UNRWA yang paling penting, termasuk Amerika Serikat, telah menangguhkan pendanaan bagi badan PBB tersebut setelah Israel menuduh 12 dari 13.000 staf UNRWA terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober.
UNRWA memperingatkan pekan lalu bahwa mereka mungkin harus terpaksa menghentikan operasinya pada akhir Februari apabila pendanaan masih terhenti.
Baca: WHO ingatkan ancaman penyakit menular di Gaza
Guterres mengatakan sebelumnya bahwa sembilan staf UNRWA yang diduga terlibat telah dipecat, satu tewas dan identitas dua lainnya masih dipastikan.
UNRWA punya peran besar dalam membantu pengungsi Palestina selama perang Israel-Hamas.
Leave a Reply