7cloud.asia – Walaupun terus terjadi penurunan dari tahun ke tahun, angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka stunting Indonesia berada di kisaran 21,6 persen turun dari angka 24,4 persen pada tahun 2021.
Merespons hal tersebut, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan panduan pengendalian stunting yang disusun sebagai acuan penyelenggara di tingkat pusat dan daerah
Panduan untuk mengatasistunting ini juga melibatkan berbagai pihak yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari.
Baca: Satu dari enam anak Indonesia alami stunting
Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronik yang ditandai dengan panjang atau tinggi badan menurut usia
Seorang anak dikatakan stunting jika berada di bawah minus 2 standar deviasi pada kurva pertumbuhan WHO yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak.
Dirjen Kesmas Kementerian Kesehatan Maria Endang Sumiwi mengatakan, upaya pencegahan stunting dimulai dari pemantauan pertumbuhan.
“Apabila ditemukan di Posyandu balita dengan berat badan yang tidak naik, maka harus segera diperiksa ke dokter di Puskesmas,” katanya.
Baca: Satu desa satu faskes, cara pasangan Ganjar-Mahfud turunkan angka stunting
Balita yang tidak naik atau berat badan kurang dapat dicegah menjadi stunting dengan mengkonsumsi protein hewani yang cukup, kata Endang menambahkan.
Hasil studi yang dilakukan oleh Headey et.al pada 2018 menyatakan adanya bukti kuat hubungan antara stunting dan indikator konsumsi pangan berasal dari hewan.
“Karena itu konsumsi daging, ikan, telur dan susu atau produk turunannya seperti keju, yoghurt, dan lainnya menjadi penting untuk mencegah stunting,” katanya.
Penelitian juga menunjukkan konsumsi pangan berasal dari protein hewani lebih dari satu jenis lebih menguntungkan daripada konsumsi pangan berasal dari hewani tunggal.
Baca: Stunting bukan hanya masalah kesehatan tetapi juga masalah ekonomi dan lingkungan
Peringatan HGN dapat mendorong seluruh pemangku kepentingan berperan aktif menggaungkan makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk anak usia 6–23 bulan yang kaya akan protein hewani dan pemantauan pertumbuhan anak setiap bulan.
“Apabila berat badan anak tidak naik maka segera periksa ke dokter di puskesmas,” katanya.
HGN diperingati setiap tanggal 25 Januari 2024. Tema yang diangkat pada tahun 2024 untuk peringatan HGN adalah “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting”.
Endang mengatakan peringatan Hari Gizi Nasional (GHN) ke-64 Tahun 2024 menjadi momentum yang baik dalam menggalang kepedulian dan komitmen bersama untuk pengendalian stunting di Indonesia.
Baca: Penyumbang stunting tertinggi ada di Jawa
“Hari Gizi Nasional tahun ini adalah momentum yang baik demi tercapainya target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk percepatan penurunan stunting menjadi 14 persen,” pungkasnya

Leave a Reply