Jakarta Tambah Stasiun Pemantau Kualitas Udara, Akankah Efektif Jika Tak Dibarengi Pembatasan Kendaraan Bermotor?

Written by

in

7cloud.asia – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memperbanyak stasiun pemantau kualitas udara (SPKU) untuk menangani polusi udara yang selama ini menjadi masalah serius.

Pemprov DKI Jakarta membeli empat SPKU di tahun 2011. Pada 2023, ada penambahan dalam jumlah yang banyak, yakni sembilan unit SPKU sehingga total ada 13 SPKU.

“Namun, pada 2024 ini akan ditambah lima unit SPKU. Kita ingin serius tangani polusi udara di Jakarta,” kata Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono saat meninjau SPKU di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (26/1/2024) dikutip Antaranews.com.

Namun, menurut Heru Budi jumlah SPKU yang ada saat ini masih belum ideal untuk wilayah Jakarta yang tingkat polusi udara nya tergolong tinggi 

Baca: Pembatasan kendaraan bermotor lebih efektif atasi polusi udara

Heru menuturkan, saat ini kondisi udara di Jakarta sudah cukup baik, dengan menunjukkan data pengukuran yang berada pada akses website Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

“Kondisi udara di Jakarta sekarang menunjukkan data polutan PM10 di angka 41 dari ambang batas maksimal yang mencapai angka 55,” ucap Heru.

Terkait kondisi tersebut, Pemprov DKI meminta semua pihak jangan terlena, sebab ketika musim kemarau angka tersebut bisa saja pada kondisi tidak baik jika tak ditangani dengan tepat.

Selain itu, Heru juga mendorong semua pengelola gedung untuk terus memasang kabut air (water mist) karena cukup efektif dalam menurunkan polusi udara.

Baca: Terkait polusi udara, pemerintah diminta tak beri solusi palsu

“Musim kemarau akan selalu ada di setiap tahunnya. Kita akan selalu antisipasi hal itu agar penanganan polusi udara lebih maksimal,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan idealnya jumlah SPKU di Ibu Kota sebanyak 25 unit.

Oleh karena itu, pihaknya akan menambah SPKU di Jakarta secara bertahap.

“Idealnya ada 25 unit. Jadi, pada 2011 baru ada empat, dan di tambah sembilan unit pada 2023, jadi 13. Tambah lima lagi pada 2024, total jadi 18,” kata Asep.

Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta akan terlebih dahulu mengkaji lokasi-lokasi yang tepat untuk pembangunan SPKU.

Baca: Empat  perusahaan sumber emisi disegel

Sehingga SPKU yang dibangun diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat terkait kondisi kualitas udara di Jakarta.

“Penempatan lokasi SPKU harus dilakukan dengan kajian untuk merepresentasikan variasi aktivitas manusia, termasuk pusat olahraga, kawasan hutan kota, dan hunian padat penduduk,” ucap Asep.

Polusi udara di Jakarta melonjak tajam saat kemarau panjang tahun lalu. Namun, langkah yang dilakukan pemerintah terkesan hanya memadamkan api. 

Sementara sumber utama polusi udara yakni penggunaan batu bara dan jumlah kendaraan yang terlalu banyak tidak ada tindakan berarti. 

Pemprov DKI Jakarta pernah mewacanakan tilang uji emisi, tetapi ini berhenti di tengah jalan. 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *