Pemkot Tangerang Dorong Pengelolaan Sampah Organik Agar Bernilai Ekonomi

Written by

in

7cloud.asia – Berbagai cara dilakukan untuk mengolah sampah agar bernilai ekonomi. Salah satunya sampah organik dengan bantuan maggot atau larva dari lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF).

Hasilnya adalah pupuk kasgot dan maggot yang bisa dijual atau digunakan sendiri.

Karena itu, Pj. Walikota Tangerang, Nurdin mendorong masyarakat dan berbagai pihak untuk mengolah sampah dengan cara ini.

“Dengan melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk kasgot ini, tentunya bisa meningkatkan ekonomi, karena pupuk yang dikelola dari sampah dapat dipasarkan,” jelas Pj. Wali Kota, Nurdin seperti yang dikutip Antaranews.

Selanjutnya Nurdin menjelaskan sampah organik dari rumah tangga dan industri dapat dijadikan makanan bagi larva maggot.

Baca: Aktivis lingkungan sesalkan debat cawapres

Hal ini dapat menjadi peluang bisnis bagi masyarakat untuk memanfaatkan sampah organik menjadi barang yang dibutuhkan masyarakat.

“Sampah organik itu bisa untuk membesarkan maggot, dan ini bisa dilakukan bersama masyarakat, jadi masyarakat bisa melakukan pemilahan sampah terlebih dahulu, sebelum sampah tersebut diangkut ke TPA,” urainya.

Saat ini di Tangerang memang sudah ada bank sampah. Namun sisa sampah yang tidak terpakai biasanya masih diangkut ke TPA.

“Dengan demikian, langkah menjadikan sampah sebagai pupuk melalui budidaya maggot dapat menjadi solusi untuk mengurangi penumpukan sampah,” katanya.

Upaya ini juga hendaknya diikuti oleh gaya hidup masyarakat untuk mengurangi penumpukan dan mengatasi persoalan sampah.Masyarakat diharapkan tidak lagi menggunakan plastik.

“Kalau bisa minimarket dan pasar-pasar tidak lagi menggunakan plastik, atau bisa juga minimarket menjual plastik dengan harga yang lebih mahal, supaya mengurangi penggunaan plastik dan sampah di masyarakat,” ucapnya.

Baca: Aksi bebersih kali dan sungai di Tangerang

Pada kesempatan yang sama, Kepala DLH Kota Tangerang, Tihar Sopian mengatakan pihaknya terus meningkatkan strategi pengelolaan sampah dengan mengubah menjadi pupuk organik.

Pengelolaan sampah mulai dari pengurangan, pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan akhir, dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Kita semua harus melakukan pengelolaan sampah secara komprehensif dan masif, sehingga akan lebih efektif dan efisien dalam mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan,” jelasnya.

Menurut dia pengelolaan sampah organik menjadi pupuk organik ini memiliki banyak manfaat, baik bagi lingkungan maupun ekonomi.

Selain itu, pengelolaan sampah organik juga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA Rawa Kucing.

“Pupuk organik juga dapat membantu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman,” katanya.

 Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *