7cloud.asia – Program food estate menjadi sorotan debat capres/cawapres ke-4 pada Minggu (21/1/2024) malam dan dinilai sebagai proyek gagal dan merusak lingkungan.
Food estate disinggung dua cawapres dalam debat ke-4 yang mengambil tema pembangunan berkelanjutan, lingkungan hidup, energi, sumber daya alam, pangan, agraria, masyarakat adat dan desa ini.
Cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar ingin menghentikan program food estate. Menurutnya, food estate mengabaikan petani, meninggalkan masyarakat adat, menghasilkan konflik agraria dan merusak lingkungan.
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyebut negara abai terhadap nasib petani. Proyek Food Estate disebut menjadi bukti pemerintah mengabaikan petani.
“Petani penolong negeri tapi negara abai,” ujar Cak Imin dalam pemaparan visi-misi di Debat Cawapres, Minggu (21/2023).
Baca: Organisasi sipil sayangkan keadilan iklim tak dibahas di debat
Dia menilai upaya pengadaan pangan melalui proyek food estate selama 10 tahun terakhir telah mengabaikan petani, meninggalkan masyarakat adat serta menghasilkan konflik agraria.
Krisis iklim, kata Cak Imin, harus diatasi dengan keseimbangan antara manusia dn alam. Namun, menurutnya selama ini pembangunan justru mengabaikan keseimbangan antara kepentingan manusia dan alam.
“Krisis iklim terjadi, bencana ekologi terjadi di mana-mana, negara harus mengatasinya,” tuturnya.
Cak Imin berpandangan bahwa rakyat harus dilibatkan dalam pembangunan dan pengadaan pangan. Desa menjadi titik tumpu pembangunan.
“Petani dan nelayan harus jadi program pengadaan pangan nasional,” sebutnya.
Baca: Mengenal carbon capture storage
Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD juga mengkritik program food estate. Mahfud yang mengenakan pakaian pencinta alam warna hijau menyinggung soal komitmen pemerintah dalam pelestarian lingkungan hidup.
“Tetapi saya tidak melihat pemerintah melakukan langkah-langkah apa sih yang diperlukan ini untuk menjaga kelestarian lingkungan alam kita. Maka kami punya program petani bangga bertani, di laut jaya, nelayan sejahtera,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, food estate program gagal dan merugikan.
“Jangan misalnya seperti food estate yang gagal dan merusak lingkungan. Yang benar saja, rugi dong kita,” imbuhnya.
Dalam pemaparannya, Mahfud menyinggung sumber daya alam melimpah yang dimiliki Indonesia tetapi kedaulatan pangan belum terwujud.
Baca: Ganjar tak keberatan kasus Wadas dibahas di debat cawapres
Mahfud menyinggung petani dan lahan pertanian yang semakin sedikit tapi subsidi pupuk makin besar.
“Sumber daya alam kita sangat kaya tapi pangan belum berdaulat. Petani makin sedikit, lahan pertanian makin sempit, tapi subsidi pupuk makin besar, pasti ada yang salah.
“Petaninya sedikit, lahannya sedikit, kok subsidinya setiap tahun naik, pasti ada yang salah,” katanya.
Mahfud juga menyinggung laut dan udara yang tercemar. Dia menyebut sumber daya alam kini seolah menjadi sumber sengketa di masyarakat.
“Laut kita berlimbah, udara kita meracuni paru-paru kita, investor masuk, industrialisasi terjadi, lingkungan rusak, rakyat menderita. Kemudian sumber daya alam menjadi sumber sengketa di antara rakyat dengan rakyat, antara pemerintah dengan pemerintah,” ujar Mahfud.
Baca: Harapan organisasi lingkungan saat debat
Mahfud menjelaskan kearifan lokal Indonesia telah memberikan pesan kepada masyarakat untuk melindungi alam dan lingkungan. Hal itu juga diatur dalam konstitusi bangsa Indonesia.
“Bahkan konstitusi kita juga menyatakan bahwa sumber daya alam itu harus dikelola dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat,” ujar Mahfud.
KPU telah menunjuk 11 pakar untuk menjadi panelis dan menyiapkan pertanyaan pada debat keempat ini. Tema debat tersebut mulai dari lingkungan hidup, energi hingga pangan.

Leave a Reply