Kanker Pankreas Intai Usia Muda, Ini Sebabnya

Written by

in

7cloud.asia – Kanker pankreas beberapa pekan terakhir ini banyak diperbincangkan. Terutama pasca ekonom senior Rizal Ramli yang meninggal karena kanker pankreas. Penyakit ini ternyata juga mengintai kelompok muda.

Apalagi saat seseorang mengonsumsi makanan tertentu, seperti daging merah dalam jumlah berlebih.

Hal ini dijelaskan oleh dokter spesialis penyakit dalam yang juga Guru Besar di Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Ari Fachrial Syam.

Menurutnya makanan tinggi lemak, termasuk daging merah membuat organ tubuh harus bekerja lebih ekstra atau keras, salah satunya pankreas.

Baca: Hindari gaya hidup rebahan

“Secara logika, makanan tinggi lemak seperti daging merah membuat kinerja organ-organ tubuh lebih berat. Termasuk pankreas,” jelas Prof Ari seperti yang dikutip Detik.com.

Dengan adanya kerja organ yang berat tersebut, lama-kelamaan gangguan atau masalah tidak bisa dihindari.

Sebab, daging berlemak akan sulit dicerna dan lebih mungkin memicu peradangan yang berujung menjadi polip.

Polip adalah sebuah jaringan abnormal dan memiliki tangkai yang tumbuh di dalam tubuh.

“Kalau sudah menjadi polip, tinggal tunggu lemak-lemak tadi berubah jadi kanker di pankreas,” kata Prof. Ari.

Karena itu, Prof Ari mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi daging merah berlemak.

Menurutnya sumber protein tidak hanya diperoleh dari daging merah, tetapi juga dari unggas, tempe, tahu, hingga ikan.

Baca: Bahaya kanker payudara

“Bisa ganti dengan ayam atau ikan. Semua makanan ini lebih sehat,” katanya.

Hal yang kemudian tidak kalah penting untuk menghindari risiko kanker pankreas adalah aktif bergerak.

Konsumsi makanan yang buruk diperparah dengan kebiasaan ‘rebahan’ atau malas bergerak. Sebisa mungkin selalu menyempatkan olahraga dalam sepekan minimal tiga kali.

“Jadi lebih aktif dan sebaiknya rutin melakukan tes kesehatan. Bagusnya itu setahun dua kali tapi satu tahun sekali juga tidak apa-apa,” ujarnya.

Kasus kanker pankreas terbanyak pada usia lebih dari 45 tahun. Sembilan puluh persen dari pasien terjadi di usia lebih dari 55 tahun dan 70 persen 65 tahun ke atas.

Salah satu gejala yang sering dialami penderita kanker pankreas adalah nyeri ulu hati.

Baca: Waspada nyeri pinggang berkepanjangan

Prof Ari mengatakan, ketika tumor pankreas semakin besar, bagian lambung akan terasa terdorong, pasien akan mengalami mual, muntah, bahkan diare.

“Di tahap awal, kanker pankreas tidak memiliki gejala sampai kondisinya lanjut. Tumor semakin besar baru dia akan merasakan gejala,” katanya.

“Bila sudah ada sumbatan biasanya pasien akan gatal. Umumnya pengidap ini berat badannya turun. Kemudian, juga terjadi pembengkakan pada kaki, nafsu makan menurun, cepat lelah, bawaannya selalu lemas,” tambahnya lagi.

Karenanya, ia mengimbau apabila merasakan gejala nyeri ulu hati untuk segera dicek ke dokter. Sebab apabila gejala penyerta lainnya sudah muncul, kanker pankreas akan lebih sulit untuk diobati.

“Kalau penyakit ini sudah bergejala, sebenarnya sudah terlambat. Sekali lagi ketika sudah ada gejala, sebenarnya itu sudah tingkat lanjut perjalanan dari kanker pankreas tersebut,” ujarnya.

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *