Prihatin dengan Kondisi Politik, Tokoh Lintas Agama Temui Wapres

Written by

in

7cloud.asia – Sejumlah tokoh bangsa dan tokoh lintas agama yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menemui Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Jumat (12/1/2024).

Koalisi tokoh-tokoh bangsa dan agama, seperti Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Quraish Shihab, Lukman Hakim Saifuddin, Karlina Rohima Supelli, Makarim Wibisono, Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, dan Alissa Wahid.

Para tokoh membawa gagasan Gerakan Nurani Bangsa sebagai upaya menjaga dan merawat demokrasi di Indonesia.

Wapres mengaku senang sekali karena masih banyak tokoh-tokoh yang mau berusaha untuk menjaga bangsa ini.

“Andaikata sudah tidak ada, saya kira (keadaan bangsa Indonesia ke depan) akan lebih parah, karena tidak ada orang yang mau menyuarakan kebenaran dan kebaikan,” ujar Wapres.

Baca: Wapres sebut Pemilu 2024 harusnya memilih pemimpin yang negarawan

Pertemuan tokoh bangsa dan tokoh lintas agama dengan wapres ini didorong oleh keprihatinan dengan perkembangan kondisi politik jelang pelaksanaan Pemilu 2024.

Para tokoh bangsa menilai telah terjadi fase kritis transisi kepemimpinan bangsa menjelang pelaksanaan Pemilu 2024.

Di akhir pertemuan, GNB menyerukan pentingnya pelaksanaan Pemilu 2024 yang adil, jujur, dan bermartabat. Pertemuan yang dinamakan “Merdeka Selatan” ini menghasilkan sejumlah kesimpulan penting.

Pertama, penekanan GNB bahwa Presiden dan Wakil Presiden, serta para pemimpin di cabang kekuasaan legislatif dan yudikatif, harus berlaku adil dan menjunjung tinggi kemaslahatan publik.

Baca: PDI Perjuangan tak lagi di belakang berbagai langkah politik Jokowi yang ciderai konstitusi

Kedua, GNB menyerukan agar pemilihan umum 2024 menjadi refleksi nilai-nilai demokrasi dan bukan sekadar kejadian politik saja.

“Bukan hanya sebagai rangkaian perjalanan politik, tapi sebagai sarana untuk mewujudkan kesejahteraan, kemakmuran, dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” demikian pernyataan para tokoh bangsa sebagaimana dikutip iNews.

Ketiga, GNB menekankan pentingnya partisipasi aktif dari semua elemen masyarakat untuk mengawal dan mengawasi pemimpin yang terpilih.

Keempat, GNB juga mengingatkan kembali Lima Amanat Ciganjur yang disuarakan dalam peringatan haul ke-14 KH Abdurrahman Wahid pada 16 Desember 2023.

Amanat itu menyoroti pemilu 2024 sebagai sarana untuk memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan Ketuhanan.

Baca: Tokoh bangsa ciderai kepercayaan rakyat

Kelima, GNB juga menyoroti pentingnya penyelesaian kasus-kasus kebangsaan, seperti situasi di Papua, melalui dialog dan mediasi.

Mereka mengajak semua calon pemimpin untuk menggunakan momen transisi kepemimpinan ini sebagai kesempatan untuk membuktikan nilai-nilai kepemimpinan luhur dan mengembangkan gagasan strategis untuk kehidupan bangsa.

Gerakan Nurani Bangsa, dengan prinsip etis dan moralnya, berdiri sebagai suara penting di tengah transisi politik Indonesia.

Mereka mengingatkan semua pihak tentang tanggung jawab kolektif dalam mewujudkan visi para pendiri bangsa: Indonesia yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *