7cloud.asia – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengakui salah input dalam menyampaikan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) PSI dengan pendapatan sebesar Rp 2,002 miliar dan pengeluaran hanya Rp 180 ribu, pada Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Oh yang Rp 180 ribu itu salah input, nanti dibenerin. Nanti bendahara umum yang akan menginfokan,. Belasan miliar kalau enggak salah,” jelasnya, pada wartawan di Jakarta Timur, Rabu (10/1) lalu.
Semenara itu keterangan berbeda diungkapkan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalia yang mengatakan bila data total pengeluaran kampanye PSI belum final dan masih dalam proses pelaporan ke KPU.
“Perbedaan antara penerimaan dan pengeluaran karena ada yang pembayaran di belakang. Jadi masih proses, itu bukan laporan final,” ujarnya pada CNNIndonesia.com
Baca: Ideologi PSI dipertanyakan
Sebelumnya KPU mengungkap rincian total penerimaan dan pengeluaran dalam LADK semua partai politik tingkat nasional peserta pemilu 2024.
Dalam rincian data tersebut, PDIP tercatat sebagai partai politik dengan total penerimaan paling tinggi, yakni sebesar Rp 183 miliar (Rp 83.861.799.000) dan total pengeluaran tertinggi sebesar Rp 115 miliar (Rp 115.046105.000).
Sementara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tercatat memilki total penerimaan sebesar Rp 2 miliar (Rp 2.002.000.000) dan total pengeluaran senilai Rp 180 ribu (Rp 180.000)
Ketua Divisi Teknis Penyelenggara KPU RI Idham Holik menjelaskan rincian total penerimaan dan pengeluaran partai poitik itu disampaikan ke KPU RI melalui Sistim Informasi Kampanye dan Dana Kampanye (Sikadeka).
Akan tetapi, berdasarkan rincian waktu penyampaian LADK partai politik 2024 tingkat pusat yang disampaikan KPU, status penyampaian LADK 18 parpol tersebut belum lengkap dan belum selesai.
Reporter: Rudyanti

Leave a Reply