Hari HAM Sedunia: Suciwati Kecewa Kasus Pembunuhan Suaminya Tak Tuntas Diungkap

Written by

in

ruangkotacom – Hari HAM Sedunia yang diperingati setiap 10 Desember menyisakan luka bagi Suciwati, istri mendiang aktivis HAM Munir. 

Dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (8/12/2023) Suciwati mengungkapkan kekecewaannya, karena hingga kini penanganan kasus pembunuhan suaminya tidak tuntas terungkap.

Suciwati yang kini aktif menyuarakan penegakan HAM juga mengkritisi negara yang menurutnya justru “hanya menyasar para pembela HAM.”

Baca: Konser menolak koruptor dan pelanggar HAM

Dia mencontohkan dua aktivis HAM- Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti dalam kasus pencemaran nama baik terhadap Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Suciwati juga menyayangkan langkah negara menyasar para pembela HAM, yang kemudian dikriminalisasi dengan menggunakan Undang-undang ITE.

“Hari ini kita melihat banyak orang-orang yang diambil karena Undang-undang ITE. Itu hal yang membahayakan,”ujarnya.

Baca: Di Hari HAM Sedunia rakyat, mahasiswa dan aktivis bergerak bersama melawan politik dinasti Jokowi

Padahal, ujarnya, dulu kita meminta ada undang-undang yang dihilangkan, subversif dan sebagainya.

Kondisi yang terjadi justru berkebalikan. Lahirnya UU ITE dinilainya mengebiri dan membatasi kebebasan berekspresi.

“Kemudian mereka memakai buzzer untuk menyerang teman-teman pembela HAM,” tutur Suciwati.

Baca: Kritisi politik dinasti, Ketua BEM UI diintimidasi

Seperti diketahui, suami Suciwati, Munir meninggal dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda

Diduga, Munir diracun karena aktivitasnya dalam memperjuangkan penegakan HAM di Indonesia

Hari HAM sedunia sendiri diperingati setiap 10 Desember, bertepatan dengan diadopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights/UDHR) oleh PBB.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *