Siswa di Kudus Sumbangkan Anggaran MBG Bagiannya untuk Para Gurunya

Written by

in

7cloud.asia – Muhammad Rafif Arsya Maulidi, seorang pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah, mengirim surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan permintaan tak biasa.

Ia meminta agar jatah makan bergizi gratis (MBG) miliknya dialihkan menjadi tambahan kesejahteraan guru.

Siswa kelas XI di SMK NU Miftahul Falah Kudus ini menyatakan menolak menerima manfaat MBG untuk dirinya. Ia berharap alokasi anggaran tersebut bisa digunakan untuk membantu para guru yang mengajarnya yang dinilainya masih belum sejahtera.

“Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya,” kata Rafif dalam suratnya.

Rafif menyampaikan ia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai buruh, sementara ibunya ibu rumah tangga.

Dalam surat itu, Rafif menekankan ia dididik oleh orang tuanya untuk menghormati orang-orang yang berjasa dalam hidupnya. Bagi dia, selain orang tua, guru punya peran besar dalam membentuk dirinya.

Ia mengaku miris melihat langsung kondisi sebagian guru saat ini. Terutama guru di sekolahnya yang tetap mengajar dengan dedikasi, meski kesejahteraannya belum memadai.

Rafif juga menyertakan hitungan sederhana nilai manfaat MBG yang akan diterima hingga lulus sekolah, yakni sekitar Rp 6,75 juta.

“Saat ini saya masih memiliki sekitar satu setengah tahun masa belajar di SMK. Jika dihitung secara sederhana, (18 bulan x 25 hari x Rp 15 ribu = Rp 6.750.000),” paparnya.

Baca: Guru honorer ikut ajukan judicial review pengguanaan anggaran pendidikan untuk MBG

Menurut dia, jumlah tersebut mungkin tidak berdampak besar bagi dirinya, tetapi bisa menjadi bentuk penghargaan bagi guru.

Selain menyampaikan aspirasi pribadi, Rafif juga mengajak pelajar lain untuk turut menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai bagian dari kemajuan pendidikan.

“Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru,” kata dia.

Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan pendidikan ke depan.

Dalam suratnya, Rafif mengajak siswa lain untuk melakukan hal yang sama.

 

 
 
 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *