Cuaca Ekstrem di Siberia: Suhu Anjlok hingga Minus 50 Derajat Celcius

Written by

in

ruangkotacom – Cuaca ekstrem menerjang belahan bumi utara. Siberia dihantam suhu minus 50 derajat Celsius.

Sementara cuaca ekstrem di Ibu Kota Moskow dilanda badai salju parah yang memecahkan rekor sehingga menyebabkan gangguan penerbangan saat musim dingin melanda Rusia.

Cuaca ekstrem ini antara lain terjadi Ddi Republik Sakha, tempat salah satu kota terdingin di dunia, Yakutsk, suhu anjlok di bawah minus 50 derajat Celcius, menurut stasiun cuaca di wilayah tersebut.

Cuaca ekstrem di Sakha ini ditandai dengan turunnya suhu hingga di bawah minus 50 derajat Celsius akibat cuaca dingin dini yang tidak biasa.

Baca: Emisi karbon cetak rekor tertinggi

Hampir seluruh wilayah Sakha yang hampir seukuran India. terletak di zona permafrost atau lapisan tanah atau batuan yang terus-menerus membeku secara permanen.

Di ibu kota wilayah, Yakutsk, yang berjarak sekitar 5.000 km ke timur dari Moskow, suhu berkisar antara minus 44-48 derajat Celsius.

Suhu minus 50 derajat Celcius semakin jarang terjadi dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan iklim.

Baca: El Nino percepat pelelehan salju abadi di Puncak Jaya

Lapisan es di kawasan ini menunjukkan tanda-tanda pencairan yang semakin meningkat.

Di ibu kota Rusia, beberapa hujan salju terbesar yang pernah terjadi menyebabkan penundaan di beberapa bandara pada Senin (4/12/2023). Landasan pacu tertutup salju tebal.

Setidaknya 54 penerbangan ditunda dan lima lainnya dibatalkan di tiga bandara terbesar di ibu kota, kantor berita RIA melaporkan.

Baca: Ini dampak pemanasan global

Suhu di Moskow diperkirakan anjlok hingga minus 18 derajat Celcius pada akhir pekan ini.

Perubahan iklim membuat kondisi cuaca yang makin tidak menentu. Pada musim panas lalu, gelombang panas parah melanda sejumlah wilayah di Eropa Selatan seperti Yunani dan Turki.

Cuaca ekstrem ini memicu kebakaran hebat yang menewaskan puluhan orang. 

Baca : Gelombang panas mengganas di Eropa, dampak perubahan iklim

Sumber: VOA Indonesia 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *