Setidaknya 30 TPA Kebakaran dalam Tiga Bulan, Saatnya Pengelolaan Sampah dengan Landfill Diakhiri

Written by

in

7cloud.asia – Setidaknya 30 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah mengalami kebakaran dalam tiga bulan terakhir. Kebakaran tersebut dipicu oleh udara panas dan kering sebagai dampak dari El Nino. 

Kebakaran TPA ini karena itu penggunaan teknologi pengelolaan sampah ramah lingkungan sangat penting dan urgent.

Hal itu terutama bagi daerah-daerah yang pengelolaan sampah sudah darurat dan memiliki TPA yang sudah melebihi kapasitas.

Kebakaran ini menunjukkan pengelolaan sampah secara konvensial dengan hanya menitikberatkan pada pemrosesan akhir melalui fasilitasi landfill sudah saatnya ditinggalkan. 

Baca: KLHK ajak masyarakat boikot produk yang tak kelola sampah plastiknya

Pengelolaan sampah dengan cara ini terbukti telah memicu banyak masalah seperti longsoran sampah yang memakan korban, kebakaran serta emisi gas metana dan sejumlah masalah lainnya. 

“Beban tempat pemrosesan akhir yang berat, membuat pengelolaan sampah menjadi tidak optimal dan berpotensi untuk menimbulkan permasalahan lingkungan seperti pencemaran lingkungan, longsor sampah, dan juga perubahan iklim dikarenakan emisi gas metana dari timbunan sampah di landfill,” kata Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3, Rosa Vivien Ratnawati Juni lalu.

Saat berbicara workshop Pengelolaan Sampah dalam rangka Pengendalian Perubahan Iklim, Penguatan Ketahanan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Rakyat di Bandung (7/6/2023), Vivien memaparkan sebagian besar kota di Indonesia masih mengelola sampahnya secara konvensional.

Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut, hingga tahun 2022, sebanyak kurang lebih 65,83% sampah di Indonesia masih diangkut dan ditimbun di landfill.

Baca: Perlu kerjasama pemerintah-produsen dan konsumen untuk kelola sampah

Untuk itu Vivien menekankan, pentingnya dilakukan berbagai upaya pembenahan yang komprehensif dari hulu ke hilir dalam rangka menuntaskan masalah pengelolaan sampah di Indonesia.

Salah satu upaya dan pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah melalui pengembangan teknologi tepat guna dalam pengolahan sampah dan pelibatan peran aktif seluruh lapisan masyarakat.

Saat ini pemerintah terus mendorong optimalisasi fasilitas pengelolaan sampah seperti instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik, pengolahan sampah menjadi RDF, SRF, dan biogas serta pengolahan sampah melalui biokonversi maggot Black Soldier Fly (BSF).

Saat ini jumlah pengelolaan sampah secara modern ini ini masih bisa dihitung dengan jari. namun diharapkan sistem pengelolaan sampah secara modern ini dapat dipraktikkan oleh seluruh daerah di Indonesia.

Baca: Cek lokasi bank sampah dengan menggunakan aplikasi ini

“Penerapan berbagai opsi teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan ini diharapkan dapat mengurangi timbulan sampah ke TPA dan ke depannya hanya residu yang diangkut ke TPA,” tambah Vivien.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Tahun 2022, capaian kinerja pengelolaan sampah nasional adalah 66,58%, yaitu melalui 18,63% pengurangan sampah dan 47,95% penanganan sampah.

Data tersebut menggambarkan bahwa masih terdapat 33,42% sampah di Indonesia yang belum terkelola dengan baik dan benar.

“Kondisi tersebut merupakan tanggung jawab kita bersama, baik pemerintah, pemerintah daerah, produsen, swasta, dan seluruh lapisan masyarakat dalam rangka mewujudkan Indonesia Bersih 2025 dengan 100% sampah terkelola dengan baik dan benar,” tandas Vivien.

Baca: Seperti ini dampak sampah makanan pada lingkungan

Vivien turut mengajak agar semua pihak terus menggalakkan berbagai langkah dan upaya untuk mendorong kehidupan yang berkelanjutan secara kondusif agar lingkungan sehat.

Sebagai bagian dari perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2023, pentingnya dilakukan pembersihan plastik di pantai-pantai, kawasan konservasi, bantaran sungai, tempat-tempat umum sehingga dapat memperkuat budaya kehidupan berkelanjutan.

“Karena, sebagai negara dengan kearifan lokal yang tinggi, mari kita hidupkan kembali dan tanamkan pengetahuan dan pendekatan modern inovatif menuju negara yang lebih bersih, hijau dan bebas plastik,” pungkasnya.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *