7cloud.asia – Beberapa hari terakhir, di sejumlah wilayah Bengkulu terjadi fenomena ikan berukuran kecil yang tampak menepi di pinggir pantai.
Menurut prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Fatmawati, Bengkulu, Anjasman, fenomena ini terjadi karena adanya fenomena anomali suhu laut.
“Dari data BMKG suhu muka laut pada 26 Oktober memang mengalami penurunan, dengan selisih anomali minus satu dari biasanya, kemungkinan itu yang menyebabkan ikan-ikan ini menepi,” jelas Anjasman dikutip Antaranews.
Lebih jauh Anjasman menjelaskan penyebab fenomena anomali suhu laut karena adanya angin dari wilayah Australia bergerak menuju Indonesia.
Kondisi ini menyebabkan suhu muka laut menjadi lebih dingin dari biasanya, namun fenomena anomali tersebut jarang terjadi dan hanya terjadi saat musim kemarau.
baca: marak polusi udara mahasiswa ugm ciptakan alat pengasapan rendah polusi
Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Berkas, Davit, mengatakan bahwa ikan-ikan berukuran kecil terlihat berada di pinggir kawasan Pantai Panjang Kota Bengkulu.
“Memang benar kejadian ikan terdampar di Pantai Berkas, kalau orang sini bilang itu karena perubahan iklim sehingga air laut menjadi dingin, ikan kemudian mabuk dan terdampar,” ungkapnya.
Seperti yang diwartakan sebelumnya, BMKG Pulau Baai, Bengkulu memperkirakan pada bulan Oktober akan turun hujan.
“Kami prediksi hujan akan terjadi pada Oktober, sebab pada awal November telah memasuki musim hujan,” ujar Kasi Data dan Informasi pada BMKG Stasiun Klimatologi Pulau Baai, Bengkulu, Anang Anwar.
baca: pandawara bakal beraksi lagi kali ini di pantai cibutun loji sukabumi
Meski hujan, namun hal ini tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah Bengkulu dan Indonesia.
Sebab, lanjut Anang, terjadi pergerakan awan hujan bergerak dari wilayah barat Sumatera menuju Pulau Jawa dan Nusa Tenggara. Selain itu juga adanya transisis dari musim kemarau kering ke musim hujan.
Hujan diperkirakan dimulai dari daerah pegunungan ke daerah dataran rendah seperti Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Mukomuko, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu.
Puncak musim hujan diprediksi akan terjadi pada Januari – Februari 2024 dan awal musim hujan ditandai dengan peralihan Monsun Australia menjadi Monsun Asia.
Reporter: Nurakhmayani

Leave a Reply