Pemilu 2024 Sarat oleh Pemilih Muda, Apa yang Akan Terjadi?

Written by

in

7cloud.asia – Pada Juli lalu, KPU telah menetapkan 204,8 juta daftar pemilih tetap pada Pemilu 2024.

Dari angka pemilih tetap di Pemilu 2024 itu, sekitar 114 juta diantaranya masuk sebagai pemilih muda atau berusia di bawah 40 tahun.

Artinya nasib Indonesia, setidaknya dalam lima tahun ke depan, ditentukan oleh pemilih muda yang mendominasi pemilih di Pemilu 2024. 

Dari jumlah itu, lebih dari 68 juta pemilih di Pemilu 2024 adalah kaum milenial yang lahir antara awal 1980-an dan pertengahan 1990-an.

Sebanyak 46 juta sisanya adalah anggota dari apa yang disebut Generasi Z, lahir antara pertengahan 1990-an hingga dekade pertama milenium ini, sebagian dari mereka adalah pemilih pemula.

Baca: Kaum muda di Pemilu 2024, ada yang mewarisi previlese dan yang berjuang sendiri

Dengan angka tesebut, maka Pemilu 2024 kali ini akan menjadi pertama kalinya warga Indonesia menyaksikan lebih banyak Gen Z — kelompok demografis yang secara luas dianggap apatis secara politik — terlibat dalam pemilu.

Kajian ini memperkirakan generasi muda Indonesia cenderung apatis terhadap perkembangan politik dan tidak se-nasionalis generasi sebelumnya.

Pemilih muda juga tidak bisa dengan mudah didorong oleh preferensi keluarga mereka terhadap kandidat tertentu.

Karena jumlah pemilih muda di Pemilu 2024 sangat besar, partai politik dan kandidat potensial mulai menerapkan strategi media sosial untuk menarik mereka.

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan, pemilih muda ini erat hubungannya dengan media sosial.

Baca: Beda cara PSI dan PDIP dalam menangani pemilih muda

Media sosila, ujarnya, menjadi salah satu sarana distribusi informasi mengenai pemilu hingga kampanye.

“Namun belum ada mitigasi risiko-risiko di media sosial, seperti disinformasi dan transparansi sehingga dibutuhkan penanganan terkait penangkalan disinformasi,” kata Khoirunnisa.

Praktik pencemaran nama baik, fitnah, berita bohong, ujaran kebencian, dan politik identitas rentan mewarnai kampanye Pemilu 2024 di media sosial.

Pemilu 2024 kali ini akan menjadi pertama kalinya warga Indonesia menyaksikan lebih banyak Gen Z—kelompok demografis yang secara luas dianggap apatis secara politik—terlibat dalam pemilu.

Pemilih pemula, demikian halnya pemilih lama, diimbau untuk menjadi pemilih yang cerdas oleh KPU dan Bawaslu.

Baca: Perjuangan caleg bermodal cekak hadapi politik biaya tinggi

Bagaimana jadi pemilih yang cerdas?, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagaimana dipaparkan Khoirunnisa:

Sebelum mendatangi tempat pemilihan suara, pastikan bahwa identitas Anda terdaftar sebagai pemilih.

Caranya, siapkan Nomor Induk Kependudukan, lalu masuk ke situs KPU, masukkan nomor NIK dalam kolom, dan status Anda akan nampak di dalamnya termasuk lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Jika Anda belum terdaftar, maka bisa menghubungi kantor KPU terdekat untuk pendaftaran.

Beberapa hal yang perlu dipahami pemilih —terutama pemilih pemula— menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

1. Visi misi partai dan kontestan pemilu
2. Rekam jejak kontestan pemilu
3. Hindari politik uang.

Disarikan dari BBC Indonesia

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *