Menjalani Hidup yang Berkualitas Bagi Perempuan yang Memasuki Menopause

Written by

in

7cloud.asia – Memasuki usia menopause, tak berarti membuat hidup seorang perempuan menurun kualitasnya.

Kualitas hidup tetap bisa dirasakan perempuan yang memasuki usia menopause jika dia menerapkan pola makan hingga olahraga sesuai rekomendasi dokter secara rutin.

Berbicara pola makan, Ketua Persatuan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) wilayah Jakarta Barat dr Ni Komang Yeni Dhana Sari, mengingatkan tak ada pantangan khusus bagi perempuan yang memasuki usia menopause. 

Ni Komang hanya meganjurkan perempuan yang emmasuki usia menopause untuk mengurangi jumlah konsumsi sejumlah makanan termasuk kopi atau kafein.

Baca: Kenali gejala depresi terselubung pada lansia

Perempuan yang menopause biasanya mengalami keluhan sulit tidur sehingga perlu mengurangi jumlah asupan kafein dan membatasi waktu minumnya agar tak melebihi pukul 18.00.

Minuman mengandung kafein seperti kopi dan teh bisa menyulitkan tidur, membuat jantung berdebar-debar, dan meningkatkan kecemasan.

“Kondisi ini bisa memunculkan rasa tidak nyaman khususnya bagi perempuan di masa menopause,” ujarnya.

Selain kafein, konsumsi jahe merah dan bawang juga sebaiknya secukupnya karena bila berlebihan menyebabkan tubuh lebih terasa panas.

Baca: Matematika perempuan, meski terkesan seksis tetap dibutuhkan

Perempuan yang menopause sebenarnya sudah mengalami hot flashes atau wajah, leher dan dada terasa hangat serta mengeluarkan banyak keringat.

Selanjutnya, memenuhi asupan makro dan mikronutrien sesuai kebutuhan tubuh. Kuncinya makan hidangan beragam terutama bila tidak memiliki alergi atau penyakit-penyakit tertentu yang melarang untuk makan sesuatu.

Usahakan pada setiap kali makan, ada banyak warna di piring, semisal sayuran dengan berbagai warna, kemudian lauk pauk.

Khusus untuk karbohidrat, Ni Komang yang menjabat sebagai Wakil Ketua Perkumpulan Menopause Indonesia Cabang Jakarta Raya (PERMI Jaya) itu menyarankan untuk menguranginya.

Baca: Lima prinsip utama frugal living

Pasalnya, perempuan pada usia menopause akan mengalami pelambatan proses  metabolisme dan terjadi peningkatan berat badan berlebihan.

Sebaliknya, asupan serat harus tinggi karena tubuh sudah mengalami susah buang air besar akibat metabolisme usus melambat.

Selain pola makan, olahraga juga perlu dilakukan rutin pada masa menopause sama halnya sebelum masa menopause. Kegiatan ini merupakan satu upaya yang penting dari semua pencegahan dasar penyakit degeneratif.

Dengan kata lain, olahraga sangat penting di usia berapapun termasuk saat perempuan memasuki usia menopause.

Baca: Meski kaya raya aktor ini tetap jalani hidup sederhana

Khusus perempuan  yang sudah mengalami menopause sebaiknya memilih yang low impact atau tidak menekankan beban pada persendian seperti pilates, yoga, jalan kaki.

Selain itu, perempuan yang memasuki usia menopause untuk tidak lupa memasukkan latihan angkat beban untuk mempertahankan otot-otot dan kekompakan tulang.

Ni Komang mengingatkan, beban yang diangkat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing orang.

Bagi mereka yang baru mulai berolahraga di masa menopause, disarankan memilih beban yang rendah terlebih dulu.

Disarikan dari artikel di Antaranews.com

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *