Perempuan 35 Tahun Perlu Lebih Peduli Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Menopause Cepat

Written by

in

7cloud.asia – Perempuan diminta mulai lebih memperhatikan gaya hidup yang dijalaninya saat memasuki usia 35 tahun. Karena gaya hidup tidak sehat bisa mempercepat datangnya menopause. 

Rata-rata perempuan mulai mengalami gejala menopause pada usia 48 tahun hingga 52 tahun. Tapi gaya hidup bisa membuat menopause datang lebih cepat,

Menopause merupakan fase berakhirnya siklus menstruasi seorang perempuan yang biasanya ditandai dengan tidak terjadinya menstruasi selama 12 bulan berturut-turut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menopause pada perempuan disebabkan oleh hilangnya fungsi folikel ovarium dan penurunan kadar estrogen dalam darah yang bersirkulasi.

Baca: Kiat untuk jalani hidup berkualitas saat masuki masa menopause

Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi hidangan cepat saji, makanan rendah nutrisi, lebih banyak konsumsi minuman dengan gula ketimbang air putih menjadi salah satu penyebab perempuan mengalami menopause lebuh cepat. 

Minuman beralkohol, begadang, merokok, juga sangat berpengaruh menyebabkan gejala menopause lebih berat dibandingkan orang-orang yang menerapkan gaya hidup sehat.

 

Sejumlah gejala yang bisa dialami perempuan saat memasuki masa menopause antara lain brain fog atau kabut otak, sulit konsentrasi yang juga akibat penuaan.

Selain itu perempuan menopause mulai sering pusing dan migrain tanpa penyebab jelas, mengalami masalah di gusi, mulut, sensasi rasa berkurang, lelah tidak jelas alasannya padahal hasil laboratorium normal.

Baca: Kenali gejala depresi terselubung yang sering dialami lansia

Menopause pada perempuan juga ditandai dengan adanya peningkatan berat badan, adanya gejala pencernaan seperti susah buang air besar sering terjadi, kesemutan di jari-jari tangan.

Sering berkemih, sulit menahan keinginan berkemih, kekeringan pada daerah vagina dan nyeri saat berhubungan intim juga menjadi masalah yang dialami perempuan yang sudah memasuki masa menopause.

Gejala menopause lainnya adalah kulit gatal, kulit terasa sangat kering, osteoporosis, nyeri-nyeri sendi terutama lutut, kuku-kuku tidak sehat dan berkilau lagi.

Kadang, menopause juga ditandai dengan munculnya alergi yang dulu tak dialami, mudah tersinggung, moody atau mood swing dan rambut rontok.

Baca: Masa krisis bagi kesehatan mental

Gejala menopause juga termasuk kecemasan berlebihan, bahkan hingga depresi yang tidak disadari penderitanya. karena itu dukungan dari orang terdekat sangat dibutuhkan. 

Menopause pasti akan dialami semua perempuan, sekalipun dia tidak menikah atau tak memiliki anak.

Perempuan perlu menerima kondisi ini dan saat mengalami gejala perlu segera berkonsultasi ke dokter untuk mencari pertolongan sehingga gejala tak semakin memberat.

Yeni yang juga ambasador dan anggota senior dari European Society of Aesthetic Gynecology (ESAG) Indonesia mengingatkan perempuan agar tidak menganggap remeh keluhan.

Baca: Mengenal aktivis perempuan Iran yang raih Nobel Perdamaian 2023

Terutama yang mengalami gejala kecemasan berlebihan, itu bisa jatuh pada keadaan depresi bila tidak diobati segera. Pada tahap depresi, pengobatan akan lebih lama dan lebih banyak lagi yang perlu dilakukan.

Di sisi lain, perempuan di masa menopause juga membutuhkan dukungan dari keluarga, seperti suami dan anak-anaknya.

Suami dan anak-anak harus memahami dan memaklumi saat istri atau ibu sudah mulai cerewet, banyak komplain, bila sudah memasuki usia menjelang menopause.

Cukup banyak terjadi perceraian saat wanita berada pada usia menjelang menopause, sementara suaminya mengalami andropause dengan gejala yang sama.

Disarikan dari artikel di Antaranews.com

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *