Slow Living Juga Berarti Menjalin Hubungan atau Bonding dengan Lingkungan Sekitar

Written by

in

7cloud.asia – Selamat sore pembaca 7cloud.asia, di Hari Minggu sore ini kita akan kembali berbincang soal slow living.

Kali ini pembahasan kita akan menyorot salah satu aspek slow living yakni menjadi terhubung dengan lingkungan dan manusia di sekitar kita.

“Menjalani gaya hidup slow living berarti mengetahui bagaimana gaya hidup Anda berdampak pada lingkungan di sekitar kita dan komunitas global,” tulis vanillapapers.net.

Baca: Slow living juga berarti sangat menghargai waktu luang

Dalam tulisan itu disebutkan, menjalani hidup ala slow living adalah penawar dari terus-menerus hidup secara daring dan terputus dari orang lain.

Berbeda dengan slow living yang dijalankan orang di masa lalu, hidup di dunia maya membuat komunikasi yang dijalankan hanya berupa menjadi komentar dan suka.

Tidak ada ikatan emosi maupun sentuhan fisik yang membuat hubungan itu terasa lebih bernilai.

Baca: Kiat menghabiskan malam ala slow living

Menjalani slow living berarti membina hubungan dengan komunitas dan lingkungan di sekitar kita, menghabiskan waktu pada hubungan yang lebih nilai bagi hidup kita.

“Ketika Anda salah mengira media sosial sebagai komunikasi nyata, Anda akan merasa kesepian dan lelah,” lanjut tulisan itu. 

Dan, jika kita bepergian ke satu tempat hanya semata untuk memotret objek wisata utama, bisa jadi Anda akan merugikan komunitas lokal.

Baca:Cara sederhana mulai menerapkan slow living

Mengonsumsi tanpa mempedulikan konsekuensinya berarti eksploitasi terhadap manusia, hewan, dan lingkungan di planet ini tidak selaras dengan prinsip slow living..

Karena, slow living adalah tentang menghargai hubungan nyata dan mengetahui bahwa kita semua saling terhubung.

Berikut beberapa tip untuk koneksi yang lebih mendalam dengan lingkungan sekitar ataupun tempat yang kita kunjungi:

1. Temukan kembali seni percakapan dan cobalah beberapa hobi analog seperti permainan papan dan makan malam tanpa telepon di malam hari bersama orang-orang terkasih.

Baca: Mungkinkah menerapkan slow living di kota yang sibuk

2. Jadilah pendengar yang baik. Kembangkan persahabatan dengan berusaha bertanya, mengenal orang tersebut secara mendalam, dan simpan ponsel Anda saat makan.

3. Dukung petani dan pengrajin lokal Anda dengan berbelanja secara lokal dan perdagangan yang adil bila memungkinkan.

4. Terhubung dengan penduduk setempat saat liburan Anda untuk mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih autentik.

Baca: 10 prinsip slow living yang dengannya kita dapat berproses

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *