Ditemukan Lubang Ozon di Langit Antartika, Apa Pengaruhnya pada Lingkungan di Indonesia?

Written by

in

7cloud.asia – Badan Antariksa Eropa (ESA) melalui pemantauan yang dilakukan dengan Satelit Copernicus Sentinel 5P menemukan kemunculan lubang ozon di atas Antarktika.

Ukuran lubang ozon ini diperkirakan mencapai seluas 26 juta kilometer persegi atau setara dengan tiga kali luas Brasil.

Sebagaimana dikutip dari Live Science, data satelit menunjukkan bahwa ukuran lubang pada lapisan ozon atau lubang ozon di atas Antartika itu adalah salah satu yang terbesar yang pernah muncul.

Baca: Hari ozon sedunia, kapan diperingati?

Para ahli pun menilai lubang ozon tersebut muncul akibat letusan gunung berapi bawah laut Tonga pada awal 2022.

Adanya lubang ozon ini dikhawatirkan akan berdampak buruk bagi lingkungan, terutama yang berada tepat di bawah lubang tersebut.

Lapisan ozon merupakan lapisan di atmosfer pada ketinggian 20 sampai 35 kilometer di atas permukaan bumi yang mampu menyerap 97 hingga 99 persen sinar ultraviolet matahari yang berpotensi menimbulkan kerusakan di muka bumi.

Baca: Mungkinkah Indonesia wujudkan nol emisi pada 2050?

Pelindungan lapisan ozon dapat mengurangi dampak radiasi sinar ultraviolet B terhadap kesehatan manusia dan makhluk hidup lain serta lingkungan hidup.

Dengan adanya lubang ozon ini maka perlindungan itu akan berkurang atau bahkan hilang. 

Lantas apa dampak lubang ozon ini bagi kehidupan lingkungan dan masyarakat di Indonesia?

Baca: Seperti ini perdagangan karbon bisa kurangi emisi 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan temuan lubang ozon seluas 26 juta kilometer persegi di atas Antarktika tidak akan berdampak langsung kepada Indonesia.

Karena lubang ozon terjadi di langit Antarktika maka negara-negara yang dekat dengan Kutub Selatan yang lebih terkena dampak, seperti Australia.

“Kalau lubang ozonnya makin meluas, baru Indonesia terdampak,” kata Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLHK Yulia Suryati dikutip Antaranews.com Selasa (10/10/2023).

Baca: Perjuangan panjang Kota London jadi kawasan nol emisi

Meskipun begitu, Yulia menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia dapat berperan dalam melindungi ozon.

Salah satunya adalah melalui tindakan mengurangi penggunaan bahan perusak ozon (BPO) yang banyak terdapat pada sistem pendingin.

“Kita harus mengurangi penggunaan bahan perusak ozon yang banyak digunakan pada sistem pendingin. Masyarakat pada saat harus menyervis AC atau sistem pendingin lainnya harus memastikan refrigerant (pendingin) yang bersifat BPO tidak dilepas ke udara atau atmosfer,” kata Yulia menjelaskan.

 

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *