Pasar Tradisional di Kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta Jadi Tujuan Wisatawan

Written by

in

7cloud.asia – Geliat ekonomi di sejumlah pasar tradisional di Kota Yogyakarta justru terus menunjukkan tren positif meski libur Lebaran telah usai.

Tingkat kunjungan masyarakat, baik wisatawan maupun warga lokal, ke pasar tradisional di Kota Yogyakarta masih tinggi bahkan hingga H+4 Lebaran.

Selain Pasar Beringharjo, pasar tradisional di Kota Yogyakarta yang juga menjadi tujuan wisatawan adalah Pasar Ngasem dan Pasar Kranggan

Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Veronica Ambar Ismuwardani, mengungkapkan tingginya kunjungan ini tidak lepas dari posisi strategis pasar-pasar tersebut yang berada di jalur sumbu filosofi Yogyakarta.

Seperti diketahui sumbu filosofi Yogyakarta membentang mulai dari kawasan Tugu, Malioboro, hingga Ngasem, yang menjadi magnet wisatawan.

“Pasar-pasar ini kini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga destinasi wisata. Wisatawan datang untuk berbelanja sekaligus menikmati suasana dan kuliner khas,” katanya dikutip laman resmi kota Yogyakarta, yogyakarta.go.id.

Baca: 153 Pasar tradisional di Jakarta bakal dijadikan ruang perjumpaan budaya

Ia menambahkan, dari hasil pemantauan, wisatawan yang datang tidak hanya berasal dari dalam daerah, tetapi juga dari luar kota seperti Surabaya, Jakarta, hingga luar Pulau Jawa.

Pihaknya berharap, tren positif kunjungan wisatawan ke pasar tradisional terus berlanjut hingga akhir masa libur.

“Kami berharap sampai akhir pekan ini wisatawan tetap ramai. Yogyakarta ini kan dikenal dengan ‘everyday is holiday’, jadi setiap hari selalu ada aktivitas wisata,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Tiwi (56) mengungkapkan, walaupun berdempet-dempetan saat berbelanja, pihaknya senang karena bisa melihat dan berbelanja secara langsung kain batik sesuai dengan keinginannya.

“Wajar kalau banyak pengunjung berbelanja batik disini. Selain murah kualitasnya juga bagus. Walaupun berdesak-desakan yang penting sabar,” ungkapnya.

Sejak sebelum Lebaran
Ambar mengatakan, peningkatan aktivitas pasar sudah terlihat sejak beberapa hari sebelum Lebaran. Bahkan, omzet pedagang mengalami kenaikan signifikan.

Baca: Tranformasi pasar tradisional menuju Jakarta Kota Global

“Sekitar tiga hari sebelum Lebaran, pasar-pasar mulai ramai. Masyarakat berburu kebutuhan pokok untuk persiapan hari raya. Secara umum, omzet pedagang meningkat antara 30 hingga 80 persen, tergantung jenis dagangannya,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena menarik terjadi di Pasar Beringharjo. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pasar sudah ramai sejak H-7 Lebaran, tahun ini lonjakan pengunjung justru datang saat mendekati hari H.

“Awalnya sempat ada kekhawatiran karena H-7 belum terlihat peningkatan signifikan. Pedagang juga mulai bertanya-tanya. Namun setelah itu, kunjungan meningkat drastis hingga penuh menjelang Lebaran,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelum Lebaran, permintaan tertinggi terjadi pada kebutuhan pokok. Sementara di lantai dua Pasar Beringharjo, penjualan busana muslim melonjak tajam.

Sedangkan pasca Lebaran, pasar Beringharjo tetap dipadati pengunjung. Bahkan pada hari H Lebaran sudah tercatat ribuan wisatawan yang datang.

Baca: Pasar Baru akan direvitalisasi menjadi ikon Jakarta

Ambar mengungkapkan, data menunjukkan, pada tanggal 21 Maret 2026 sudah tercatat sekitar 6.000–7.000 pengunjung, dengan puncak kunjungan mencapai 17.248 orang pada 23 Maret.

“Angka kunjungan saat ini masih stabil di kisaran 15.000 hingga 17.000 pengunjung per hari. Memang sedikit lebih rendah dibandingkan puncak libur Tahun Baru yang mencapai lebih dari 21.000, tetapi tetap sangat tinggi,” ungkapnya.

Tingginya kunjungan ini, lanjut Veronica, dipengaruhi oleh panjangnya masa libur Lebaran tahun ini. Jadwal masuk sekolah yang lebih lambat membuat wisatawan memiliki waktu lebih fleksibel untuk berlibur, sehingga tidak terjadi penumpukan pada satu hari tertentu.

Selain Pasar Beringharjo, pasar lain seperti Pasar Kranggan dan Pasar Ngasem juga mengalami lonjakan kunjungan.

Di mana Pasar Kranggan tercatat sekitar 9.478 pengunjung, sementara Pasar Ngasem mencapai 8.222 pengunjung dan jumlah ini meningkat dibandingkan periode libur Natal dan Tahun Baru.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *