Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Temukan Dua Spesies Baru Anggrek Gastrodia

Written by

in

7cloud.asia – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berhasil mengidentifikasi dua spesies baru anggrek yang ditemukan di lereng selatan Gunung Semeru.

Dua spesies baru anggrek tersebut ditemukan pada awal Januari 2026 dan diberi nama Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.

Koordinator Pengendali Ekosistem Hutan Balai Besar TNBTS, Toni Artaka menyatakan dua spesies anggrek ditemukan oleh petugas yang saat itu sedang melaksanakan patroli kawasan, sekaligus melakukan pengidentifikasian terhadap biodiversitas.

“Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis sama-sama ditemukan pada awal Januari 2026 di lereng selatan Gunung Semeru. Keduanya adalah catatan atau temuan baru di TNBTS yang mana selama ini belum pernah terdata,” kata Toni Jumat (27/3/2026) seperti dikutip Antaranews.com.

Dua spesies tanaman anggrek ditemukan pada habitat yang relatif sama, yaitu teduh, berhumus tebal, dan cukup lembab di ketinggian 1.000 sampai 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Baca: Peneliti BRIN temukan anggrek akar tak berdaun endemik Pulau Sumatera

Berdasarkan rangkuman yang diterima dari Pengendali Ekosistem Hutan menyebutkan bahwa dua spesies anggrek tersebut memiliki ciri khas yang berbeda.

Untuk spesies baru Gastrodia selabintanensis tercatat pada bagian perbungaan memiliki panjang antara 15-25 centimeter dengan 2-4 bunga atau kuntum.

Kelopak bunga spesies itu memiliki warna coklat kehijauan dengan tekstur kasar serta berkutil.

Ukuran mahkota bunga Gastrodia selabintanensis memiliki panjang empat centimeter dan lebar empat centimeter berwarna putih semu serta kuning.

Sedangkan spesies Gastrodia biruensis bagian perbungaannya memiliki panjang 18-32 centimeter dan bunganya berjumlah tiga sampai lima kuntum.

Baca: Anggrek spesies baru Aerides obyrneana jadi buruan kolektor

Bagian kelopak spesies itu berwarna coklat kekuningan dan bertekstur halus. Ukuran mahkota bunga Gastrodia biruensis memiliki panjang 4-6 centimeter dan lebar 4-5 centimeter dengan warna putih serta oranye.

Kedua jenis anggrek ini termasuk tumbuhan mycoheterotropic yang mana pertumbuhannya sangat bergantung pada habitat dan sulit mengembangkan pembiakan di luar habitat alaminya.

Meski demikian pihak balai besar belum menetapkan nama atau penyebutan lokal untuk dua spesies tanaman tersebut.

Temuan baru ini menambah daftar kekayaan flora di kawasan TNBTS menjadi 309 spesies anggrek.

Toni menyampaikan pihaknya terus melakukan upaya konservasi di kawasan TNBTS sebagai langkah melindungi keberlanjutan habitat tanaman anggrek, khususnya Gastrodia selabintanensis dan Gastrodia biruensis.

Toni menambahkan, pihaknya juga terus melakukan pemetaan sebaran populasi dua jenis anggrek ini dengan cara identifikasi pada lokasi lain pada musim berbunga.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *