BMKG: Kekeringan di NTB Sudah Masuk Level Awas

Written by

in

7cloud.asia – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk kategori Siaga dan Awas.

Untuk mengatasi kekeringan ini BMKG mengimbau agar masyarakat NTB dapat berhemat dalam menggunakan air di musim kemarau.

“Pada periode puncak musim kemarau tahun ini masyarakat NTB diimbau agar dapat menggunakan air secara bijak, efektif, dan efisien, karena kekeringan sudah dalam lampu kuning,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat, Nindya Kirana seperti yang dilansir Antaranews.

Baca: Penyebab El Nino dan seperti ini dampaknya pada lingkungan

Berdasarkan data BPBD NTB, jumlah warga yang mengalami kesulitan air bersih
akibat terdampak kekeringan mencapai 577.025 jiwa.

Jumlah ini tersebar di 335 desa, 70 kecamatan yang ada di sembilan kabupaten dan kota di NTB, mulai dari Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Beberapa wilayah yang masuk  level Awas, adalah Kecamatan Sambelia dan Pringgabaya (Kabupaten Lombok Timur), Kecamatan Bayan (Lombok Utara), Kecamatan Utan, Buer, dan Moyo Utara (Sumbawa), Kecamatan Palibelo (Bima), Kecamatan Rasanae Timur dan Asakota (Kota Bima).

Baca: Kekeringan akibat El Nino picu harga beras, warga beralih ke palawija

Kekeringan pada level siaga terjadi di Kecamatan Kilo, Manggalewa, dan Woja (Dompu), Kecamatan Donggo, Lambitu, Soromandi, dan Wawo (Bima), Kecamatan Raba dan Mpunda (Bima). 

Selain itu Kota Mataram, Kabupaten Lombok Barat (Kecamatan Batu Layar, Gerung, Lembar, dan Narmada), Kabupaten Lombok Tengah (Kecamatan Batukliang, Janapria, dan Praya Barat).

Di Kabupaten Lombok Timur wilayah yang mengalami kekeringan adalah Kecamatan Jerowaru, Labuhan Haji, Sakra Barat, Sembalun, Sikur, Suela, dan Sukamulia

Baca: El Nino percepat pencairan salju abadi di Puncak Jaya

Wilayah lainnya di Kabupaten Lombok Utara (Kecamatan Gangga, Pemenang, dan
Tanjung), serta Kabupaten Sumbawa (Kecamatan Alas, Batulanteh, Moyohulu,
Orong Telu, Sumbawa, dan Unter Iwes).

Di Kabupaten Sumbawa Barat antara lain adalah (Kecamatan Brang Ene, Brang Rea, Jereweh, Maluk, Poto Tano, dan Taliwang. 

“Level Waspada terdapat di Kabupaten Lombok Timur di Kecamatan Terara dan
Kabupaten Lombok Tengah di Kecamatan Jonggat, serta Kabupaten Lombok Barat
di Kecamatan Sekotong,” urainya.

Baca: Kekeringan akibat El Nino, warga Bandung Barat kesulitan air bersih

Nindya memaparkan pada dasarian pertama September 2023 (1-10 September 2023) diprakirakan peluang terjadinya hujan sangat rendah.

Diperkirakan curah hujan dengan intensitas lebih 20 milimeter/dasarian memiliki probabilitas kejadian kurang dari 90 persen yang merata di seluruh wilayah NTB.

Nindya juga mengingatkan agar masyarakat juga perlu mewaspadai akan
terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan dan kekeringan. Hal ini kerap terjadi pada periode puncak musim kemarau.

Baca: Imbas El Nino, panen padi di Ciamis berkurang

Sebelumnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima,
Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa
yang terdampak kekeringan parah pada musim kemarau 2023.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda
menjelaskan untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, pihaknya sudah
melakukan pendistribusian air bersih di beberapa desa terdampak kekeringan.

“Sudah ada tujuh desa yang dilakukan distribusi air bersih yaitu Desa tonggondoa, Desa Nata, Desa Kalampa, Desa Waduwani, Desa Tambe, Desa Mpili dan Desa Bugis,” jelas Nurul.

Tim Satuan Tugas Penanganan Bencana BPBD akan terus memantau perkembangan jumlah desa yang terdampak kekeringan lantas dilakukan droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga.

 

Reporter: Nurakhmayani

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *