Surat Cinta dari Penyandang Disabilitas Membuat Ganjar Pranowo Terharu

Written by

in

7cloud.asia – Di ujung masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendapat kenangan indah dari penyandang disabilitas (difabel) di Kota Semarang.

Sebuah surat cinta dibacakan oleh anak-anak difabel untuk Ganjar Pranowo yang pekan depan akan mengakhiri masa jabatannya sebagai orang nomor satu di Jawa Tengah. 

Surat cinta itu dibacakan saat para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Komunitas Sahabat Difabel (KSD) Semarang menemui Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Kota Semarang pada Sabtu (2/9/2023).

Surat cinta itu dibuat oleh relawan KSD Semarang dan dibacakan langsung di hadapan Ganjar Pranowo, sebagai ucapan terima kasih dari para penyandang disabilitas atas dua periode kepemimpinan dia di Jawa Tengah.

Baca: Ganjar Pranowo tak terpengaruh dengan dinamika politik jelang Pilpres 2024

Faradila, difabel dari Komunitas Sahabat Difabel yang bertugas membacakan surat cinta itu menyebut, surat cinta itu merupakan apresiasi ke Ganjar Pranowo yang terus menunjukkan perhatian dan kepeduliannya kepada penyandang disabilitas.

“Pesannya di situ ucapan terima kasih untuk Pak Ganjar yang selama ini bisa memajukan Jawa Tengah ya untuk menjadi lebih inklusif dan Jateng Gayeng pokoknya,” ujar Faradila.

Berikut isi surat yang diberikan untuk Ganjar Pranowo:

Ini bukanlah puisi yang puitis. Ini bukan pula lirik lagu romantis. Ini adalah surat cinta dari tuanmu, untukmu yang setia melayani rakyatmu.

Satu dasawarsa telah berlalu, menemani perjuanganmu mengabdi serta keikhlasanmu dalam melayani. Karena bagimu, tuanku ya rakyat, gubernur cuma mandat.

Dua periode menjabat banyak perubahan positif terjadi karena kinerjamu yang sat set. Banyak kemajuan telah dibangun karena daya juangmu yang tangguh.

Sepuluh tahun berjuang, melahirkan Jateng Gayeng, menjadikan Jateng semakin inklusif. Membangun Jateng terus maju, menjadikan Jateng teladan yang baik.

Sepuluh tahun berjuang, melahirkan Jateng Gayeng, menjadikan Jateng semakin inklusif. Membangun Jateng terus maju, menjadikan Jateng teladan yang baik.

Terima kasih Pak Ganjar, putih rambutmu jadi ciri khasmu. Senyum ramahmu cermin keikhlasanmu. Kerutan keningmu tanda ketangguhanmu. Ketegasanmu adalah bukti integritasmu sebagai pemimpin sejati.

Terima kasih ibu Atikoh. Ibu selalu setia mendampingi sebagai pasangan hidup. Hari ini bukanlah akhir dari tugasmu melayani tuanmu di wilayah ini. Hari ini adalah awal dari perjalananmu melayani tuanmu yang bertambah banyak.

Terima kasih Pak Ganjar, surat cinta ini kami sampaikan untukmu. Bukan untuk sebuah perpisahan melainkan untuk sebuah harapan. Menjadikan Indonesia terus maju.

Baca: Bus ramah disabilitas di Jawa Tengah

Mendengar isi surat tersebut, Ganjar Pranowo yang didampingi sang istri Siti Atikoh tak kuasa menahan haru. Bahkan mata Siti Atikoh sempat berkaca-kaca saat menyimak surat yang dibacakan anak difabel itu.

Usai mengakhiri pembacaan surat cinta, Farahdila mengungkapkan harapannya agar kesetaraan pendidikan untuk kaum difabel bisa terus ditingkatkan.

Ia berharap Ganjar Pranowo terpilih jadi presiden demi mewujudkan kesetaraan pendidikan bagi penyandang disabilitas di seluruh Indonesia,  seperti yang telah dilakukan selama dua periode memimpin Jawa Tengah.

“Harapannya untuk Pak Ganjar kalau misalkan jadi (Presiden RI 2024-2029) bisa memajukan Indonesia lebih inklusif, terutama untuk bidang pendidikan. Karena saya melihat untuk difabel ini untuk pendidikan masih minim inklusif gitu,” ucap Farahdila.

Baca: Difabis, kisah perjuangan difabel bisu di Jakarta

 

Dalam kesempatan yang sama, Founder KSD Semarang dan Roemah Difabel, Noviana Dibyantari mengatakan perhatian Ganjar Pranowo kepada penyandang disabilitas sangat tinggi. 

Ganjar selalu melibatkan penyandang disabilitas di tiap penyelenggaraan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan pengambilan keputusan lainnya.

“Selama ini Pak Ganjar selalu memberi kesempatan kepada teman-teman penyandang disabilitas. Jadi beliau melibatkan kami dalam kegiatan musrenbang, baik di tingkat kelurahan hingga provinsi kemudian juga dalam setiap kegiatan yang berhubungan dengan penetapan kebijakan, kami dilibatkan di sana,” ujar Novi usai bertemu Ganjar.

Novi menambahkan, kepemimpinan Ganjar yang mengedepankan humanis juga diterapkan kepada seluruh kalangan masyarakat, tak terkecuali penyandang disabilitas.

Baca: Cerita-cerita tuli, kisah keseharian difabel tuli di Solo

Untuk menegaskan komitmennya pada kesetaraan dan inklusifitas penyandang disabilitas, Ganjar juga mematangkan Rencana Peraturan Daerah (Raperda) Tentang Penyandang Disabilitas yang digodok bersama DPRD Jawa Tengah.

“Jadi sudah mulai terlihat bahwa konsepnya bukan charity, tapi sekarang sudah Hak Asasi Manusia. Jadi kesetaraan dan inklusifitas itu selalu didengungkan Pak Ganjar di manapun beliau banyak menyampaikan kebijakan,” jelas Novi.

Novi juga berharap Ganjar Pranowo bisa melanjutkan kepemimpinannya di tingkat nasional.

“Harapannya, upaya-upaya dan kebijakan yang telah dilakukan pak Ganjar selama 2 periode memimpin Jawa Tengah, bisa dilanjutkan di tingkat nasional,” pungkas Novi.

Baca: Pameran lukisan anak difabel

 

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *