7cloud.asia – Polusi udara di Jakarta berangsur turun. Berdasarkan data IQAir pada Sabtu (26/8/2023) sore pukul 16.00 WIB indeks PM2.5 jakarta tercatat sebesar 144.
Ini artinya tingkat polusi dan kualitas udara Jakarta membaik dibanding sebelumnya, yang indeks PM2,5-nya selalu berada di atas 150.
Bahkan, hari ini Jakarta terlempar dari 10 besar kota-kota di Indonesia dengan kondisi polusi udara terburuk.
Namun demikian masyarakat diminta untuk tidak serta merta mengabaikan polusi udara, Pasalnya, kualitas udara di Jakarta masih masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif.
Baca: Opsi penanganan jangka pendek polusi udara di Jakarta
Dalam rangking kota AQI langsung dari beberapa kota di Indonesia, sore ini kota dengan indeks polusi udara terburuk adalah Tangerang Selatan (169), Depok (162), Cibinong (161), Pasarkemis (161) dan Karawang, Jawa Barat (160).
Polusi udara di Jakarta makin membaik hari demi hari, salah satu faktornya adalah karena tekanan angin.
Ketika kecepatan angin meningkat, maka polutan yang memicu polusi udara ikut bergeser sehingga kualitas udara membaik.
CNBC Indonesia, mengutip dari IQAir menulis, angin dapat membantu mengurangi dan mengeluarkan polutan dari suatu wilayah, sehingga konsentrasi polutan dapat berkurang.
Baca: Masker dan makanan sehat efektif tangkal penyakit akibat polusi udara
Letak geografis menjadi sebuah tantangan. Angin tidak bisa mendorong polutan keluar dari lembah jika angin yang bertiup tidak dapat naik melewati pegunungan.
Dalam kasus seperti ini, polutan dapat berkumpul dalam konsentrasi yang lebih tinggi di kaki gunung. Kondisi ini yang dialami Depok dan Tangerang Selatan yang dalam beberapa hari ini tercatat sebagai kota dengan polusi udara terburuk.
Selain itu, kebijakan yang telah dilakukan Pemerintahan DKI Jakarta juga mendorong penurunan polusi udara di Jakarta, meskipun status DKI Jakarta saat ini masih masuk dalam kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.
Meski tidak signifikan, penerapan sistem ganjil genap dan WFH, juga mampu menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta.
Baca: jangan anggap remeh, 123.000 orang meninggal akibat polusi udara
Pemerintah juga berupaya untuk mengurangi polusi udara di Jabodetabek (Jakarta Bohor Depok Tangerang Bekasi) dengan melakukan modifikasi cuaca.
Di Jakarta, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan spraying air di jalan protokol untuk menurunkan polusi udara ini.
Meski kualitas udara membaik, warga Jakarta disarankan tetap melakukan langkahpencegahan, seperti menggunakan masker, penyaring udara dalam ruangan, menutup jendela, dan membatasi aktivitas di luar ruangan.
Tujuan utamanya adalah untuk melindungi diri dari berbagai gangguan kesehatan yang disebabkan polusi udara.
Baca: WHO sebut polusi udara memicu 7 juta kematian dini per tahun

Leave a Reply