7cloud.asia – Kekeringan sebagai imbas El Nino mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah di Tanah Air.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, sejak pertengahan Juli 2023, 63 persen wilayah Indonesia sudah masuk musim kemarau sehingga warga diingatkan untuk bersiap menghadapi kekeringan yang dipicu El Nino ini.
Kekeringan atau krisis air bersih akibat El Nino antara lain dirasakan warga dua desa wilayah Kecamatan Ngamprah dan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Baca: Kekeringan imbas El Nino bisa turunkan produksi beras
Mayoritas sumur warga yang menjadi sumber air bersih mengering akibat kemarau panjang yang disebabkan El Nino.
Sudah dua bulan ini warga kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga harus membeli air.
Untuk membantu meringankan beban warga, pemerintah dengan dibantu organisasi masyarakat sipil setempat mengirim belasan tangki dan ratusan ribu liter air bersih ke dua kabupaten/kota.
Baca: Petani di Ciamis mulai rasakan dampak kekeringan imbas El Nino
Bantuan 120.000 liter air bersih disalurkan di beberapa titik sudah disalurkan ke lima desa yang berada di Bandung Barat dan Kabupaten Sukabumi oleh lembaga swadaya masyarakat Golden Future Indonesia.
“Dropping air bersih ini bertahap dan sisanya menyusul. Penyaluran air bersih bisa sedikit meringankan beban masyarakat terdampak kekeringan,” kata Kepala Divisi Program Rizkya Insan Kamil, Minggu (20/2023) seperti dikutip Antaranews.com
Para penerima bantuan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan air bersih. Setidaknya dalam satu bulan ke depan mereka tidak akan kesulitan air bersih lagi.
Baca: Ini penyebab El Nino dan dampaknya pada lingkungan
Khaeriyah, warga Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung mengaku senang dan bersyukur mendapat bantuan air bersih ini.
“Alhamdulillah dengan bantuan tersebut kami terbantu,” katanya.
Namun demikian warga diminta berhemat, karena menurut prediksi BMKG musim hujan baru terjadi sekitar bulan November mendatang.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan puncak musim kemarau akan terjadi pada pertengahan Agustus hingga September ini.
Baca: Pemerintah siapkan dana Rp 8 Triliu untuk antisipasi dampak El Nino

Leave a Reply