7cloud.asia – Menaker mengatakan, pihaknya masih mengkaji kemungkinan menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) guna mengantisipasi polusi udara di Jakarta.
“(Terkait polusi udara, red) Kita masih mendiskusikan. Kita belum sampai pada kesimpulan, belum sampai apakah itu imbauannya menteri, atau imbauannya swasta sendiri, atau nanti pemerintah provinsi,” jelas Menaker Ida Fauziah Rabu (16/08/2023) di Jakarta.
Dilansir dari Antara, Ida memaparkan polusi udara merupakan permasalahan bersama yang perlu diselesaikan, agar tidak semakin memburuk.
Baca: Ini yang dilakukan pemerintah atasi polusi udara di Jakarta
“Tapi, saya kira memang polusi udara itu masalah yang harus kita atasi. Pilihannya kan di antaranya WFH. Kita terus diskusikan,” katanya.
Karena itu, lanjut Ida pihaknya masih mengkaji untuk memberikan surat imbauan kepada perusahaan-perusahaan swasta.
“Tapi, itu menjadi wacana yang terus kita diskusikan. Tapi, harus dicarikan jalan keluar memang, jalan keluar bagaimana polusi udara ini tidak semakin buruk,” paparnya.
Baca: Polusi udara di Jakarta dinilai sudah membahayakan kesehatan
Sementara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah memutuskan akan menerapkan kebijakan WFH.
“Kita sudah turunkan instruksi hari ini. Dan pemikirannya 4-1, jadi cuma satu hari di kantor sampai situasi lebih terkendali,” ujar Menparekraf, Sandiaga Uno pada Selasa (15/8/2023).
Pegawai yang melaksanakan WFH adalah pegawai yang tidak berhubungan langsung dengan masyarakat. Sehingga mereka bisa melakukan koordinasi dari rumah.
Baca: Atasi polusi udara di Jakarta, Kemenparekraf akan terapkan WFH 4:1
WFH merupakan salah satu opsi yang diterapkan Pemerintah untuk mengantisipai permasalahan polusi udara di Jakarta.
Seperti diketahui beberapa bulan terakhir polusi udara di Jakarta terus memburuk dan masuk kategori tidak sehat.
Presiden Jokowi telah mengintruksikan sejumlah langkah yang perlu menjadi perhatian seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk atasi polusi udara di Jakarta ini.
Baca: Transisi ke kendaraan listrik dinilai tidak menyelesaikan akar masalah polusi udara di Jakarta
“Yang pertama jangka pendek, secepatnya harus dilakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek lebih baik,” ujar Jokowi usai memimpin Ratas membahas masalah polusi udara di Jakarta, pada Senin (14/8/2023)
Penulis: Nurakhmayani

Leave a Reply