7cloud.asia – Menteri Pertanian atau Mentan Syahrul Yasin Limpo memperkirakan dampak El Nino tahun ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan produksi pertanian Indonesia turun.
Mentan menyebut, El Nino akan mengakibatkan Indonesia kekurangan stok beras antara 380 ribu ton hingga 1,2 juta ton.
Mentan mengatakan, sejatinya Kementerian Pertanian telah mengantisipasi dampak El Nino dengan menggenjot produksi dan produktivitas petani.
Baca: El Nino mengancam ketersediaan pangan
Antisipasi tersebut dimulai dari perencanaan hingga implementasi di sawah dan ladang yang senantiasa dipantau secara seksama yang sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelum El Nino memuncak di bulan-bulan ini.
Namun, pada musim kemarau tahun ini, Indonesia harus dihadapkan dengan fenomena El Nino yang berdampak pada intensitas panas yang lebih tinggi yang berakibat pada kekeringan dan kurangnya ketersediaan air.
“Melalui analisa data dan lapangan bahwa kita sudah siap, sekeras apapun El Nino, kekurangan kita antara 380 ribu ton-1,2 juta ton,” ucapnya seperti dikutip Antaranews.com
Baca: Petani di Ciamis Jawa Barat mulai rasakan dampak El Nino
Untuk mengatasi hal ini Kementan telah mempersiapkan booster kegiatan penanaman lebih dari 500 ribu hektar selain dari reguler yang ada.
Penambahan penanaman padi di 500 ribu hektar ini berada di daerah hijau, yakni daerah dengan cadangan air yang mencukupi.
Jumlah petani cukup, kelompok tani yang bisa terkonsolidasi dan memiliki benih padi varietas tahan kering dan pemilihan pupuk yang tepat.
Baca: Mengapa El Nino terjadi dan apa dampaknya bagi lingkungan
“Sehingga kita jamin ada tambahan 1,5 juta ton beras atau 3 juta ton gabah yang terjadi besok itu,” ujarnya.
Limpo mengatakan untuk ini, Kementan menurunkan semua dirjen lintas sektor demi mengamankan produksi pangan sebagai dampak El Nino.
“Sudah jalan sekarang, Juli-Agustus ini maksimal (ditanam) sehingga kita berharap dia bisa mem-backup November-Desember,” jelasnya.
Baca: Pemerintah siapkan dana Rp 8 T untuk antisipasi dampak El Nino
Enam daerah hijau yang disiapkan untuk mengantisipasi dampak El Nino tersebut merupakan provinsi lumbung pangan, yakni Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan.
Selain itu juga ada empat provinsi penyangga yaitu Banten, Lampung, Kalimantan Selatan dan Nusa Tenggara Barat.
Sebelumnya Mentan meminta daerah bersiap menghadapi dampak El Nino yang diperkirakan memuncak pada Agustus September ini.
Baca: Mengapa food estate gagal dan apa dampaknya untuk lingkungan

Leave a Reply