7cloud.asia – Judi online beberapa waktu ini banyak diperbincangkan masyarakat di jagat maya.
Pasalnya, tak sedikit yang kecanduan judi online sehingga terjerat utang puluhan juta, sehingga kehidupannya berantakan tanpa masa depan.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pemerintah berkomitmen memberantas judi online di Tanah Air.
Kementerian Kominfo, di antaranya telah memutus total akses sebanyak 886.719 konten judi online sejak 2018 hingga 7 Agustus 2023.
Namun demikian, konten judi online tetap saja bermunculan dan menjerat banyak warga menjadi korbannya. Bahkan, iklan judi online bertebaran di jagat maya seolah tanpa saringan.
Baca: Waspadai ini masa-masa kritis bagi kesehatan mental anak
Untuk itu masyarakat diminta lebih hati-hati. Bagi individu yang sudah telanjur terlibat dalam judi online, segera sadari bahwa permainan itu tidak akan pernah membawa seseorang dapat menyelesaikan masalah ekonomi.
“Kalaupun pernah menang, justru akan membuat rasa candu untuk bermain kembali menjadi lebih kuat, yang pada akhirnya uang akan habis,” tulis Dewa Ketut Sudiarta Wiguna di Antaranews.com
Bagi mereka yang belum pernah, jangan pernah mencoba judi online, karena di situlah menjadi pintu masuk untuk menjadi pecandu judi.
Saling mengawasi di antara orang terdekat, khususnya keluarga, menjadi sangat penting untuk dilakukan untuk mencegah judi online ini.
Dilansir Antaranews, judi termasuk judi online bisa menjadi penyakit jika seseorang melakukannya secara berulang.
Baca: Kesehatan mental makin penting, makanya disosialisasikan sejak dini
Dokter spesialis kesehatan jiwa (SpKJ) Made Wedastra mengungkapkan bahwa, makin sering dilakukan, judi termasuk judi online makin membuat orang tersebut makin senang, apalagi ada tantangannya, sehingga menjadi candu.
“Dalam judi patologis, digunakan istilah disorder atau gangguan alias penyakit,” demikian Made Wedastra seperti dikutip Antaranews Minggu (13/8/2023).
Judi dianggap sebagai penyakit jika menyebabkan gangguan fungsi pada pelakunya, yaitu fungsi kerja dan sosial.
Akibat fokus melakukan judi, membuat orang tersebut enggan bekerja produktif lagi dan tidak mau bersosialisasi karena sebagian besar waktunya dihabiskan dengan berjudi.
Permasalahan psikis dalam judi patologis itu pun mirip dengan kecanduan yang lain, misalnya kecanduan terkait hal yang berbau porno atau narkotika.
Baca: Jalan kaki yu! Demi kesehatan fisik dan mental kita
Apa penyebab kecanduan judi? Ada banyak faktor yang menjadi penyebab seseorang kecanduan judi online atau judi slot, yakni dari sisi internal dan eksternal.
Dalam tubuh seseorang yang doyan berjudi terdapat neurotransmiter serotonin yang menurun, sehingga menyebabkan perasaan tidak nyaman atau ada saja hal yang dianggap kurang.
Ada pun neuritransmitter serotonin adalah zat yang menjaga keseimbangan mood atau suasana hati dan rasa nyaman dalam tubuh.
Zat itu bisa disebabkan pengalaman masa kecil yang buruk, di antaranya karena pola asuh yang salah, mengalami kekerasan, perundungan, ditelantarkan atau kekurangan kasih sayang, sehingga merasa kehilangan.
Dengan berkurangnya senyawa kimia alami dalam tubuh itu, maka membuat otak akan mencari apa yang membuat orang tersebut nyaman.
Baca: Kenali gangguan kesehatan mental bernama ‘Bipolar’
Jika orang itu memilih judi dan ternyata membuat ia nyaman, maka akan dilakukan berulang-ulang, sehingga menjadi candu.
Mekanisme kecanduan terjadi di otak pada bagian hipokampus atau bagian kecil di otak yang berperan penting dalam mengingat informasi baru.
Apabila pengatur memori di otak itu aktif atau sudah mengingat, saat seseorang tersebut melihat aplikasi atau tempat berjudi, akan muncul keinginan berjudi lagi, sehingga muncul rasa nyaman.
Kecanduan judi, apapun bentuknya, baik konvensional atau pun daring/slot, memberikan dampak terhadap kondisi psikis seseorang.
Rasa nyaman yang muncul akan membuat seorang pencandu melakukan apa pun itu agar tetap merasa nyaman.
Baca: Drama Korea yang mengangkat isu kesehatan mental
Dampak kecanduan judi online yang paling jelas adalah perilaku impulsif dan agresif.
Impulsif adalah perilaku yang dilakukan tanpa pikir panjang, misalnya mengambil barang, kemudian menjualnya demi mendapatkan uang untuk bermain judi.
Sedangkan agresif adalah menjadi emosional, yakni mudah marah, melakukan kekerasan kepada orang lain, bermusuhan dengan lingkungan sekitar atau bahkan, bisa agresif kepada dirinya sendiri dan terkadang menjadi paranoid berlebihan.
Tak hanya itu, kecanduan judi biasanya akan mudah untuk kecanduan lainnya, misalnya narkotika, psikotropika dan zat adiktif (napza), gim daring atau pornografi.
Baca: Tidur siang sejenak di tengah kesibukan bagus untuk kesehatan otak

Leave a Reply