7cloud.asia – Saat ini, praktik guna ulang juga sudah mulai digalakkan oleh industri penyedia produk rumah tangga di Indonesia untuk kurangi sampah plastik.
Praktik guna ulang ini antara lain dilakukan Gerakan Guna Ulang Jakarta yang diselenggarakan oleh Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Zero Waste Living Lab (ZWLL) Enviu.
Program tersebut bertujuan untuk mengurangi plastik sekali pakai dari kemasan makanan, minuman, kemasan produk rumah tangga, dan kemasan dari layanan pesan-antar online.
Baca: Ekosistem guna ulang harus mulai dibangun dari sekarang
Program Lead Zero Waste Living Lab by Enviu di Indonesia Darina mengatakan Enviu hadir untuk memasyarakatkan konsep guna ulang sekaligus mengurangi timbulan plastik sekali pakai dari kemasan sekali pakai.
“Kemasan sekali pakai sering digunakan untuk produk-produk rumah tangga seperti sabun cuci piring, pembersih lantai, sabun pencuci baju dan lain sebagainya,” ujarnya di sela Seminar dan Peluncuran Laporan Break Free From Plastic dalam terjemahan bahasa Indonesia “Mewujudkan Sistem Guna Ulang” di Jakarta, pekan lalu.
Konsep Guna Ulang juga mulai diterapkan produsen perawatan tubuh The Body Shop.
Baca: Guna ulang lebih efektif kurangi sampah plastik, tapi diabaikan
“The Body Shop mencoba menjadi bagian dari sistem guna ulang dengan cara menyediakan kosmetik yang dapat diisi ulang di beberapa store yang kami miliki saat ini,” PR Manager The Body Shop Indonesia, Gesit Pambudi di kesempatan yang sama.
Kami yakin, ujarnya, dengan kontribusi sekecil apapun dari kami para produsen, dapat menghasilkan dampak yang cukup besar untuk menciptakan sistem guna ulang di Indonesia khususnya.
Penerapan sistem guna ulang tidak lepas dari pengawasan dari pihak-pihak yang berwenang untuk memastikan uji kelayakan dari produk guna ulang.
Baca: Beda guna ulang dengan daur ulang
Saat ini, Badan Pengawasan Obat dan Kosmetik (BPOM) sudah memiliki Peraturan No 12 Tahun 2023 Tentang Pengawasan Pembuatan dan Peredaran Kosmetik yang dapat diedarkan dengan sistem isi ulang.
“Saat ini BPOM sedang mengedukasi para pelaku usaha dengan memberikan penjelasan terkait implementasi. Peraturan ini mengatur secara keseluruhan mulai dari proses produksi hingga proses penyimpanan sampai ke distribusinya.” ujar Direktur Pengawasan Kosmetik BPOM, Irwan.
Konsep guna ulang dengan menyediakan wadah atau kemasan yang ramah lingkungan, dapat digunakan berulang kali, bahkan dapat dikembalikan juga mulai dilakukan sejumlah restoran.
Baca: Produsen dinilai tak serius tangani sampah plastik dan tak transparan
Berikut ini merupakan beberapa startup yang menyediakan kemasan yang dapat dikembalikan sebagaimana dilansir Waste4change
ALLAS Indonesia
Menjadi startup penyedia kemasan pesan-antar makanan secara online berkelanjutan pertama di Jakarta, Allas memiliki visi mengurangi sampah wadah makanan sekali pakai dalam sektor kuliner.
ALLAS Menyediakan wadah yang dapat dipakai berulang kali, membuat kita merasa seperti membawa bekal yang dibuat oleh orang tua dan berharap kita tidak lagi merasa bersalah ketika memesan makanan secara online apabila akan menambah sampah.
Kunjungi website https://www.allas.id/ untuk informasi lebih lanjut.
Baca: Produsen sampah plastik terbesar di dunia
KOINPACK
Koinpack memberlakukan sistem pengemasan yang inovatif. Menyediakan kemasan guna ulang yang dapat digunakan berulang kali dan dikembalikan untuk mengganti kemasan sachet dan jenis kemasan sekali pakai lainnya dengan cara deposit dan insentif.
Kita akan mendapatkan cashback jika mengembalikan kemasan kosong kepada Koinpack. Nantinya kemasan kosong tersebut akan dibersihkan dan diisi ulang agar dapat dipakai kembali.
Saat ini tercatat sudah lebih dari 130.500 jumlah sachet yang digantikan dengan botol koinpack. Kunjungi website https://www.koinpack.id/ untuk informasi lebih lanjut.
Baca: KLHK ajak warga ‘boikot’ produk yang tak olah sampah plastiknya
CupKita
Merupakan layanan reusable cup pertama di Indonesia untuk kedai kopi. Kelahiran CupKita dilatarbelakangi oleh fakta bahwa kedai kopi di Jakarta rata-rata menjual sekitar 125 cangkir sekali pakai setiap harinya.
CupKita menyediakan alternatif wadah atau kemasan guna ulang berupa cangkir yang dapat digunakan kembali dan membuat kedai kopi berkelanjutan melalui biaya yang lebih ramah dijangkau.
Cara untuk menggunakan layanan ini pun cukup mudah. Kita hanya perlu memesan kopi dan memindai serta membayar deposit, kemudian pilih CUPKITA, setelah itu dapat menikmati kopi yang dipesan.
Cangkir yang sudah kosong dapat dikembalikan ke toko untuk dikumpulkan, dicuci bersih, dan dikirimkan kembali ke kedai kopi. Dengan mengembalikan kemasan ke toko, kita juga bisa mendapatkan uang kita kembali.
Kunjungi website https://cupkita.id/ untuk informasi lebih lanjut.
Baca: Apakah bioplastik benar-benar aman untuk lingkungan?
QYOS
Startup berbasis digital ini didirikan pada tahun 2020 dan merupakan bagian dari Enviu, sebuah perusahaan sosial yang berfokus untuk memberikan dampak positif bagi sosial dan lingkungan.
Qyos berpartisipasi dalam gerakan Guna Ulang Jakarta bersama Koinpack dan Allas.
Demi mengurangi sampah plastik dari hulu, Qyos menyediakan stasiun refill atau mesin isi ulang otomatis untuk produk rumah tangga yang berada di toko-toko terdekat area tempat tinggal masyarakat, seperti kompleks perumahan.
Hingga saat ini, Qyos telah memiliki lebih dari 2.700 pelanggan dan bekerja sama dengan 4 FMCGs. Kunjungi website https://www.qyos.id/ untuk informasi lebih lanjut.
Baca: Tiga tuntutan Pawai Bebas Plastik
Clubzerø
Sama seperti 4 startup sebelumnya, Clubzerø menyediakan layanan kemasan guna ulang yang dapat digunakan kembali ketika berada di toko, takeaway, atau pemesanan secara online.
Kemasan yang disediakan Clubzerø menggunakan CO2 lebih sedikit 50% daripada kemasan sekali pakai.
Hingga saat ini, Clubzerø telah melayani lebih dari 1 juta pesanan, menghemat 68 ton CO2 dan mencapai 95% tingkat pengembalian.
Kunjungi website https://www.clubzero.co/ untuk informasi lebih lanjut.
Berbagai usaha telah dilakukan dan semakin dikembangkan untuk mengurangi konsumsi plastik sekali pakai.
Baca: Pawai Bebas Plastik mampu dorong kebijakan ramah lingkungan
Leave a Reply